Berita

ist

Akuntabilitas dan Transparansi Harus Masuk Sistem Perundang-undangan

SELASA, 06 OKTOBER 2015 | 13:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Mejelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Akuntabilitas dan Transparansi Lembaga Negara", di Jakarta, Selasa (6/10).

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr Syaiful Bakhir yang menjadi salah satu pembicara mengatakan FGD yang diadakan itu tepat digelar guna mengkaji masalah kebangsaan yang belum terpecahkan. Dikatakannya, MPR telah melakukan berbagai kajian termasuk dengan UMJ.

"Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat untuk membangun masa depan bangsa," ujarnya.


Menurut Syaiful, masa depan bangsa akan dipengaruhi oleh kondisi global. Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan segera berjalan. Jika bangsa ini hebat, maka kondisi global akan menyesuaikan dengan program pembangunan bangsa.

"Begitu juga sebaliknya, jika bangsa ini lemah maka bangsa ini akan menyesuaikan dengan kondisi global," sambungnya.

Transparansi dan akuntabilitas, lanjut Syaiful, merupakan asas yang fundamental. Asas ini harus masuk dalam sistem perundang-undangan serta demokrasi.

Syaiful menjabarkan bahwa dalam era reformasi dan demokratisasi muncul lembaga-lembaga negara dan komisi-komisi negara baru. Lahirnya lembaga dan komisi baru ini banyak melahirkan perubahan. Untuk itu, maka di sini pentingnya untuk menguatkan akuntabilitas dan transparansi kinerja lembaga dan komisi negara.

"Dengan FGD inilah akan dicari model untuk melaporkan kinerja lembaga negara," demikian Syaiful seperti dalam rilis Humas MPR. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya