Berita

syarief hasan/net

Kata Demokrat, Negara Tidak Perlu Minta Maaf ke Soekarno

SELASA, 06 OKTOBER 2015 | 12:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Negara tidak perlu meminta maaf kepada Presiden pertama RI Soekarno terkait isu keterlibatannya dalam gerakan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hal itu sebagaimana dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10).

"Itu tidak perlulah. Kan sudah dijadikan dan mendapat gelar pahlawan nasional. Jadi, tidak perlu lagi," ujarnya.


Pemberian gelar pahlawan, menurutnya, sudah cukup menjelaskan integritas Soekarno kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Jadi semasa hidupnya tidak memliki cacat hukum. Kalau itu ada minta maaf, nanti sama saja memberikan pro dan kontra lagi," sambung mantan Menkop dan Koperasi itu.

"Kalau dari saya Partai Demokrat, (pemerintah) tidak perlu minta maaf," tandas anggota Komisi I DPR RI itu. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya