Berita

Politik

Anggota DPR Baru Ini Tak Setuju dengan Istilah Bencana Asap

SELASA, 06 OKTOBER 2015 | 11:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmat N. Hamka tidak setuju kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatera disebut bencana.

"Ini bukan bencana asap. Ini musim asap, karena saban tahun datang," kata Rahmat saat juma pers di Ruang Wartawan, Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Selasa, 6/10).

Menurut dia, akibat asap tersebut, banyak masyarakat yang tidak bisa beraktivitas, sekolah ditutup dan kesehatan terancam.


"Data yang saya peroleh, setiap harinya se-Kalimantan Tengah ada seribu lebih orang yang masuk rumah sakit karena ISPA," ujar Rahmat.

Ia juga khawatir, akibat masyarakat yang sering menghirup asap, akan berdampak pada kesehatan jangka panjang.

"Saya tidak tahu apa dampaknya setelah 10 atau 15 tahun nanti. Saya khawatir akan banyak yang terkena kanker," ungkapnya.

Untuk itu, pinta Rahmat, pemerintah lewat Kementerian Kesehatan agar melakukan pemeriksaan dan pengobatan kepada masyarakat dengan terstruktur, sistematis dan masif.

"Para medis dan alat kesehatan jangan hanya di tingkat kabupaten saja, tapi harus sampai di kecamatan dan pedesaaan," tukas dia.

Rahmat N. Hamka adalah anggota DPR baru dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah. Ia dilantik sebagai anggota dewan pengganti antar waktu (PAW) periode 2014-2019 di Sidang Paripurna DPR RI, Senin kemarin (5/10). Rahmat N. Hamka menggantikan Willy Midel Yoseph yang saat ini maju di Pilgub Kalteng 2015.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya