Berita

mulyadi/net

Politik

Mulyadi Berharap MKD Adil Putuskan Kasusnya

SELASA, 06 OKTOBER 2015 | 09:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Demokrat Mulyadi berharap Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI bisa adil dalam kasus pemukulan sesama anggota dewan yang dialaminya.

"Tegakkan keadilan. Ini mencerminkan marwah DPR," sebut Mulyadi di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 6/10).

Menurutnya, kasus pemukulan yang terjadi di Komisi VII tidak boleh dipandang sebelah mata, karena sudah mencoreng wajah perlemen.


"Saya tidak mau masuk materi di MKD. Saya hanya berharap kasus ini jangan terulang kembali," ungkap Mulyadi.

Sementara itu, MKD DPR RI telah membentuk Panel untuk memutus kasus pemukulan yang dilakukan anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PPP Mustofa Assegaf terhadap Mulyadi.

Dikatakan Wakil Ketua MKD yang juga Ketua Panel Junimart Girsang, terbentuknya Panel menunjukkan bahwa kasus tersebut terindikasi pelanggaran berat. Maka sanksinya ada dua, diberhentikan sementara selama tiga bulan atau diberhentikan tetap.

Rencananya, kasus itu akan diputus paling lambat akhir Oktober ini, atau sebelum masa sidang ditutup.

Mulyadi melaporkan Mustofa Assegaf ke MKD DPR dengan tuduhan pelanggaran kode etik. Kejadian itu bermula dari cekcok mulut antara Mulyadi dan Mustofa pada 8 April 2015 setelah rapat Komisi VII dengan Menteri ESDM. Saat rapat, Mustofa berbicara kurang lebih 10 menit dan diingatkan oleh Mulyadi selaku pimpinan rapat. Namun, Mustofa mengatakan sudah tahu sambil menunjuk-nunjuk ke arah Mulyadi.

Mulyadi mengingatkan bahwa sikap Mustofa yang menunjuk itu tidak sopan. Selanjutnya, Mulyadi pun duduk kembali. Kemudian, keduanya bertemu di lorong menuju ruang rapat. Di sana mereka terlibat cekcok mulut. Lalu, Mustofa diduga memukul Mulyadi hingga mengakibatkan luka gores pada pipi kanan dan luka memar dan sobek di pelipis kiri. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya