Berita

net

PKB Jakarta: Pembunuhan Putri Nur Fauziah Peringatan Keras Buat Pemprov DKI

SENIN, 05 OKTOBER 2015 | 19:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kasus pembunuhan dan perkosaan biadab terhadap Putri Nur Fauziah, anak perempuan berusia 9 tahun, yang mayatnya dimasukkan dalam kardus, tentu mengejutkan semua orang tua yang memiliki anak kecil di wilayah DKI Jakarta.

"Pelaku pembunuhan harus dihukum seberat-beratnya, begitu tega melakukan perbuatan pembunuhan disertai kekerasan seksual pada anak kecil yang lemah." kata Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta, Heriandi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (5/10).

Heriandi mengatakan, kasus pembunuhan ini menjelaskan situasi ibu kota negara yang kian keras. Orang tua sebaiknya tidak begitu saja membiarkan anak kecil tanpa pengawasan dari kerabat atau lingkungan dekatnya.


"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus ikut bertanggung jawab juga ke depan, agar kejadian terhadap kekerasan anak tidak terjadi kembali,” tuntutnya.

Pemprov DKI, lanjutnya, harus bisa membuat warganya lebih humanis. Jangan membiarkan warganya hanya sibuk memperjuangkan kehidupan ekonomi dengan mengabaikan kebutuhan spiritual keluarganya.

"Pemprov bisa bertindak dengan mempercepat dan memperbanyak ruang publik terpadu ramah anak dengan masif untuk membangun jaring sosial antar warga. Selain itu, menggalang solidaritas warga Jakarta agar lebih memperhatikan keamanan anak-anaknya," tambah Heriandi. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya