Berita

net

Hukum

Pemerintah Tak Berdaya Hadapi Pembakar Hutan

MINGGU, 04 OKTOBER 2015 | 20:15 WIB | LAPORAN:

Pemerintah dinilai tidak berdaya dalam menghadapi pelaku pembakaran hutan dan lahan yang selalu beraksi. Padahal, kebakaran hutan yang terjadi setiap hari seharusnya dapat diantisipasi jika aparat terkait berkoordinasi dan bekerja sama.

"Pemerintah selalu kewalahan memadamkan kebakaran hutan. Sementara kerugian yang ditimbulkan sangat besar," kata Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi wartawan, Minggu (4/10).

Menurutnya, kebakaran hutan tidak semestinya berulang tiap tahun jika dilihat dari sisi aparatur keamanan yang ada. Selain kepolisian, hutan-hutan di Indonesia juga dijaga oleh Polisi Kehutanan (Polhut).
 

 
"Sayangnya, keberadaan polhut hampir tidak kelihatan, padahal, jumlah polhut di Indonesia sangat banyak. Untuk SPORC (Satuan Polhut Reaksi Cepat) saja ada 11 brigade yang tersebar di berbagai wilayah," jelas Saleh.

Menurutnya, provinsi-provinsi yang sering mengalami kebakaran hutan terdapat brigade SPORC.

"Kalau satu brigade berjumlah 3000 orang berarti pasukan polhut berjumlah kurang lebih 33 ribu orang. Semestinya, pasukan-pasukan khusus polhut itu bisa mengantisipasi dan mencegah kebakaran hutan," ungkapnya.
 
Untuk itu, jika polisi kehutanan ini digerakkan maka kebakaran hutan tidak mungkin berulang setiap tahun. Pemerintah khususnya Kementerian Kehutanan diharapkan memperhatikan dan memberdayakan keberadaan polhut.

"Pembakaran hutan harus dihentikan. Polhut harus menegakkan hukum di area yuridiksi mereka," tegas Saleh yang merupakan politisi Partai Amanat nasional (PAN). [wah] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya