Berita

Suripto/net

Pesan Mantan Pimpinan BIN ke KAMMI: Tetap Konsisten Kawal Bangsa Indonesia

MINGGU, 04 OKTOBER 2015 | 08:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mengingat kembali sejarah dan latar belakang pendirian awal penting untuk menghadirkan spirit gerakan. Namun, spirit itu akan tetap relevan dengan zaman dan menjadi darah yang mengalir jika dilandasi dengan ideologi.

Demikian dikatakan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Suripto saat mengisi studium generale dalam rangkaian agenda Muktamar IX KAMMI di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (2/10).

"Kita harus memikirkan ideologisme, jangan transaksi pragmatisme. Kita perlu punya mapping," lanjut Soeripto seperti rilis Humas KAMMI kepada redaksi, Minggu (4/10).


Dalam hal peran pergerakan mahasiswa, Suripto mengingatkan kepada para muktamirin yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia itu untuk tetap konsisten mengawal bangsa Indonesia.

"Mumpung lagi ketemu dari Sabang sampai Merauke, saya ingin ingatkan lagi bahwa ini menjadi tugas KAMMI untuk mengkritisi dan mengevaluasi bagaimana perjalanan bangsa dan umat Islam. Ini nanti akan membawa dampak besar pada nasib generasi yang akan datang," terangnya.

Sehingga, dirinya menyebut bahwa mengoreksi dan mengkritisi jalannya roda pemerintahan dalam mengambil kebijakan umum amat diperlukan untuk mengetahui apakah sebuah kebijakan berpihak pada rakyat banyak atau tidak.

Dalam sesi diskusi dan tanya-jawab, Riyan dari Pengurus Daerah KAMMI Banda Aceh mendapat kesempatan bertanya tentang kepemimpinan bangsa yang kuat.

"Melihat kondisi porak poranda masyarakat dalam hal ekonomi, politik, agama, dan lain-lain, maka keluhan mereka adalah butuh pemimpin yang strong. Bagaimana cara mewujudkan pemimpin yang strong seperti yang menjadi harapan rakyat Indonesia?" tanya Riyan.

Dijelaskan oleh uripto bahwa strong leadership tidak akan bisa terlepas dari kondisi politik yang ada di negara tersebut.

"Criminal democration saat ini yang dominan. Jadi lebih utama ketika kita menggunakan cara pendekatan pada sistem terlebih dahulu," simpulnya. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya