Berita

Brigjen TNI Subagio/net

Nusantara

LAPORAN DARI ENTIKONG

Kemhan: JIPP Mempermudah Patroli dan Menguntungkan Masyarakat

SABTU, 03 OKTOBER 2015 | 17:35 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Perbatasan Indonesia dengan Malaysia di wilayah Kalimantan memiliki panjang kurang lebih 2019 kilometer meliputi delapan kabupaten.

Panjang perbatasan darat yang luar biasa itu harus dijaga dengan kekuatan maksimal dan keseriusan pemerintah beserta aparat keamanannya.

Karena itulah, pembangunan Jalan Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) di kawasan Kalimantan Barat yang hingga kini mengalami kemajuan signifikan, sangat dinantikan oleh warga Indonesia dan khususnya warga sekitar perbatasan yang miskin infrastruktur.


"Dari aspek pertahanan, JIPP memperlancar pelaksanaan patroli perbatasan dalam tugasnya. Selain itu akan membantu masyarakat dalam peningkatan aktivitas ekonomi. Misalnya masyarakat di dusun-dusun yang akan melakukan aktivitas ekonomi ke Entikong tentu akan diperbolehkan menggunakan jalan itu nantinya," ujar Dansatgas Pelaksana Pembangunan Pengamanan dan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Kawasan Perbatasan Negara di Kalimantan, Brigjen TNI Subagio, Sabtu (3/10).

Subagio ditemui saat kunjungan media ke lokasi pembangunan JIPP di kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Pembangunan JIPP ini tidak mudah karena harus menerobos hutan yang sangat lebat dan jalur tanah yang sangat menyulitkan. Tahun ini, JIPP yang ditargetkan selesai dibangun adalah 309 kilometer. Per hari ini pembangunan telah mencapai 30 kilometer dari empat segmen.

"Sebelumnya, patroli perbatasan melewati jalan setapak dan hutan belantara yang belum ada jalurnya. JIPP akan mempermudah penjagaan wilayah kita," ujar Direktur Pengerahan Ditjen Strategi Pertahanan Kemhan ini.

Setelah adanya JIPP, patroli perbatasan akan dibekali kendaraan-kendaraan patroli pengangkut logistik. Selain itu, Kemhan pun membangun jalan administrasi yang menghubungkan desa terdekat dengan pos perbatasan, mencakup wilayah Kalimantan Barat sampai Utara.

Pos perbatasan ada dua macam, yang dijaga aparat TNI sendiri dan yang dijaga TNI bergabung dengan Tentara Diraja Malaysia sebanyak tiga pos.

Tahun ini, Kemhan akan membangun 23 pos baru di seluruh Kalimantan dan merenovasi 22 pos yang sudah ada. Selama ini sudah ada 74 pos perbatasan di sepanjang Kalimantan.

"Pembangunan di seluruh perbatasan dikoordinir badan nasional pengelola perbatasan. Yang kami kerjakan terkait fungsi patroli dan perbatasan," ujar Subagio.

Dia mengatakan, anggaran pembangunan JIPP, jalan administrasi, serta pembangunan fisik dan non fisik lainnya menggunakan APBN yang ada di Kemhan dan TNI AD. Sayangnya, Subagio tidak hapal jumlahnya.

"Wacana membangun wawasan perbatasan sudah sejak lama. Tapi secara fisik JIPP dilakukan baru sekarang (pemerintahan Joko Widodo). Dari dulu pembangunan berupa pos perbatasan dan perlengkapan dari Mabes TNI," ungkapnya.

Pembangunan fisik selain JIPP yang dilaksanakan Kemhan adalah renovasi pos perbatasan, pengembangan teknologi pemantau tapal batas, pengadaan drone dan lapangan terbangnya, helipad dan penambahan alat komunikasi dan transportasi di masing-masing pos perbatasan.

Sedangkan pembangunan non fisik antara lain kesadaran bela negara di sembilan kecamatan di perbatasan, penyuluhan hukum, sosialisasi batas darat, bakti kslesehatan dan perundingan batas negara antara Indonesia dan Malaysia. [ian]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya