Berita

risa mariska/net

Politik

Salim Kancil Korban Pembiaran yang Terstruktur dan Sistematis

SABTU, 03 OKTOBER 2015 | 15:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembunuhan aktivis Salim Kancil dan penganiayaan Tosan di Desa Selok Awar Awar, Lumajang, ternyata hanya merupakan bagian kecil dari rentetan carut marut pengelolaan tambang di sana.

Begitu ungkap anggota Komisi III DPR RI Risa Mariska yang turut menggelar Rapat Dengar Pendapat di Lumajang.

Risa menuturkan, berdasarkan investigasi Komisi III di lapangan terlihat bahwa dari kejadian ini ada proses pembiaran yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif.


"Pertama, proses pembiaran terkait dengan illegal mining yang sudah lama berjalan. Ilegal mining ini secara terstruktur dan tersistematis dibiarkan ada dan berkembang oleh pemerintah daerah setempat. Yang lebih menarik lagi, Bupati Lumajang sama sekali tidak memiliki data berapa jumlah tambang ilegal yang ada di wilayah tersebut," ujarnya seperti keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (3/10).

Kedua, lanjutnya, ilegal mining tidak pernah diproses secara hukum dan justru dibiarkan oleh aparat setempat. Padahal sudah ada ketentuan UU yang secara tegas mengatur tentang ilegal mining, yang merupakan tindak pidana.

"Ketiga, pertambangan yang tidak dikelola dengan baik tentu akan berdampak luas terhadap lingkungan hidup. Seperti kerusakan terjadi di sepanjang pantai di Lumajang, infrastruktur jalan menjadi rusak, sawah tergenang air laut karena abrasi. Kerusakan ini juga dibiarkan oleh pemerintah setempat," jabarnya.

Dari proses pembiaran yang terstruktur dan tersistem ini, Risa melihat ada banyak pihak yang terlibat dan harus diusut tuntas.

"Hariyono sebagai aktor intelektual kasus penganiayaan dan pembunuhan sadis terhadap Salim Kancil tentu tidak bisa bergerak dengan leluasa untuk menambang pasir secara liar, tanpa adanya back up dari orang penting setempat," sambung politisi PDIP itu.

Ia juga mendesak Polda Jatim untuk terus mengembangkan kasus ini dan mengusut tuntas pihak yang terlibat, mulai dari keterlibatan aparat Kepolisian, bupati, maupun DPRD Kabupaten Lumajang.

"Lebih lanjut, saya juga akan meminta kepada KPK untuk memeriksa PT IMMS apabila ada unsur pidana korupsi kepada pemerintah setempat terkait dengan perijinan tambang," tandasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya