Berita

Hukum

Jokowi Diminta Evaluasi Ulang Posisi Jaksa Agung

JUMAT, 02 OKTOBER 2015 | 19:20 WIB | LAPORAN:

‎ Pengakuan Evy Susanti soal adanya dugaan cawe-cawe Jaksa Agung HM Prasetyo dalam perkara dugaan korupsi Bansos Sumut harus dijadikan pertimbangan oleh Presiden Joko Widodo untuk tak lagi melibatkan elit partai politik menjadi pimpinan penegak hukum.

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio yang mengatakan itu saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/10) malam.

‎Adapun pengakuan Evy tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan Nomor 21 yang dibacakan Jaksa dalam sidang kasus dugaan suap tiga hakim dan panitera PTUN Medan dengan terdakwa OC Kaligis. Disitu Jaksa menyebutkan bahwa Gatot sudah ditetapkan tersangka terkait dana Bansos saat dipanggil Kejagung.


‎Nah, Evi menyebut masalah penetapan tersangka Gatot itu dibahas sejumlah elite Partai Nasdem dengan Gatot di Kantor DPP Nasdem. Setelah pertemuan itu, suaminya tidak lagi dipanggil pihak Kejagung pimpinan HM Prasetyo.

‎"Ini dampaknya kalau Presiden mengangkat politisi menjadi aparat penegak hukum. Sejak awal pengangkatan Prasetyo ini kan sudah muncul polemik luar biasa, waktu itu," terang Hendri.

‎Dia tegaskan, masalah hukum dan politik memang tidak terpisahkan, tapi keduanya jangan sampai disatukan. Sebab, apabila disatukan, maka melahirkan kerancuan dalam proses penegakan hukum, misalnya dalam penanganan kasus yang diduga melibatkan petinggi atau elit-elit partai politik.

‎"Jadi akan sangat bijak kalau Presiden tidak melibatkan pejabat parpol menjadi aparat penegak hukum," jelas Hendri.

‎Amatan Hendri, peristiwa tersebut juga dapat menyebabkan terancamnya posisi HM Prasetyo sebagai Jaksa Agung.

‎"Apakah ini kemudian setelah satu tahun Presiden akan berfikir ulang? Apakah Presiden juga akan berfikiran untuk mereshuffle Kejagung? Itu sepenuhnya hak Presiden. Mudah-mudahan saja. Kalau bisa jangan orang parpol jangan masuk penegak hukum," demikian Hendri. [sam]‎

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya