Berita

PAN Desak Pemerintah Batalkan Penonaktifan 243 Kampus

JUMAT, 02 OKTOBER 2015 | 18:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Amanat Nasional (PAN) meminta Pemerintah lewat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membatalkan penonaktifan 243 perguruan tinggi di Indonesia.

"Saya minta ini agar dibatalkan," kata Ketua Umum DPP PAN, Prof Didik J Rachbini saat jumpa pers, di Ruang Fraksi PAN, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Jumat, 2/10).

Menurutnya, Kemenristekdikti tidak bisa seenaknya main 'berangus' ratusan kampus sebelum duduk bersama dengan Komisi X DPR RI dan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis).


Didik pun bisa menjamin, Kemenristekdikti pimpinan Muhammad Nasir itu tidak melakukan validasi dengan menyambangi 243 kampus itu sebelum melakukan penonaktifan.

Jelas Didik, Indonesia saat ini masih minim perguruan tinggi, dan pembangunan kampus itu sangat sulit. Untuk itu, kata dia, Kemenristekdikti tidak bisa main tutup seenaknya. Apalagi lanjut dia, kampus-kampus yang ditutup itu adalah produk Pemerintah yang jelas-jelas memiliki izin dari instansi pemerintah.

"Saya melihat semangatnya (Kemenristekdikti) ini adalah menghukum dan membabat habis, ini tidak bisa. Menurut saya Menristekdikti itu adalah seorang pengasuh seoarang ibu yang harus membina, bukan membabat habis. Kalau ada yang kurang, misalnya kurang dosen mereka tambahin dong," papar Ketua Yayasan Paramadina itu.

Didik menambahkan, jika ada kampus yang melanggar aturan seperti mengeluarkan ijazah palsu, memang harus dipidana. Namun, tidak tepat jika main 'berangus' banyak kampus. Nah, kalau bangunannya minim dan dosennnya sedikit, itu bukan 'dosa'. Justru, itu yang harus dibenahi pemerintah.

"Ini saya tidak tahu apa motif penonaktifan 243 kampus itu. Misalnya, saya dapat laporan, salah satu yang dituaup adalah Universitas Alkhairaat Palu. Padahal kampus itu bagus dan mentereng," tukasnya. [sam]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya