Berita

Uchok Sky Khadafi/net

Politik

Satu Tahun DPR, Kinerja Jeblok Minta Penghasilan Tinggi

JUMAT, 02 OKTOBER 2015 | 10:05 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) periode 2014 hingga 2019 Rabu kemarin (1/10) genap berusia satu tahun. Namun sayang, lembaga yang mengatasnamakan rakyat itu belum berperilaku layaknya wakil rakyat.

"Dalam satu tahun ini, perilaku mereka tidak mewakili rakyat," ujar Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kepada redaksi, Jumat (2/10).

Menurutnya, wakil rakyat itu harus memperjuangkan keinginan atau cita-cita rakyat. Bukan ingin memperjuangkan kepentingan dan syahwat pribadi seperti minta penghasilan naik sebesar Rp 24 juta secara diam-diam, minta diberikan kasur empuk seharga Rp 12.5 miliar, dan minta renovasi toilet seharga Rp 14.7 miliar.


Uchok menjelaskan, permintaan fasilitas yang mewah dan megah yang diajukan dewan tidak dimbangi dengan kinerja DPR.

"Ini memprihatinkan sekali. Gaji dan tunjangan mahal, tapi prestasi dalam kerja masih minim sekali," sambungnya.

"Pada tahun 2015, kinerja legislasi jeblok sekali, tidak bisa dibanggakan. Diperkirakan Masih di bawah 30 persen. Padahal, pada tahun 2014, kinerja legislasi masih 41 persen atau menghabiskan anggaran sebesar Rp 99.5 miliar dari alokasi anggaran sebesar Rp 230 miliar," jabar Uchok.

Kemudian, lanjut Uchok, DPR dalam satu tahun ini masih seperti anak SMA, yang suka berantem untuk memperebutkan jabatan struktural pada alat kelengkapan dewan (AKD). Saling melaporkan ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) untuk saling sandera dan memangsa.

"Sehingga lupa bahwa dewan ini jabatan terhormat," tandasnya.[ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya