Berita

Politik

HARI KESAKTIAN PANCASILA

Ketua MPR: Perlukah Sistem Kenegaraan Disempurnakan?

KAMIS, 01 OKTOBER 2015 | 13:37 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menghadiri acara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diselenggarakan Pepabri di Gedung Granadi Graha Paramita, Jakarta Selatan, Kamis (1/10 ). Hadir dalam acara tersebut beberapa tokoh nasional antara lain, Try Sutrisno, Fuad bawazier, dan Agum Gumelar.

Dalam kesempatan itu, Zulklifli membicarakan soal kedaulatan negara dan rakyat serta membicarakan soal sistem ketatanegaraan Indonesia dan wacana penyempurnaannya.  Berbicara soal kedaulatan, secara fakta, Zulkifli berkisah tentang kunjungannya di beberapa daerah di Riau, Jambi dan Kalimantan.

Pada satu kesempatan, Zulkifli bertanya kepada sekitar 1000 rakyat yang berkumpul, untuk mengangkat tangan siapa saja orang yang memiliki kebun sawit sekitar 50 hektar. Dari seribu rakyat, yang angkat tangan hanya satu orang. Rata-rata rakyat tidak memiliki lahan, kalaupun ada hanya sekitar lima hektaran, sedangkan ada segelintir orang yang memiliki lahan sampai 100.000 bahkan 500.000 hektar lebih lahan. Tidak ada kedaulatan rakyat kalau kenyataannya seperti itu.


"Ini harus diperhatikan dengan betul, bagaimana itu bisa terjadi, "ujarnya.

Sekarang, lanjut Zulkifli, pemilik modal besar sepertinya sudah menguasai segalanya.  Sepertinya, kedaulatan berpindah dari kedaulatan rakyat kepada kedaulatan pemilik modal. Mengapa bisa seperti itu, sekarang orang maju menjadi Bupati, Walikota haruslah ada pemilik modal.  Jika ada Bupati mau maju lagi atau maju sebagai calon Gubernur lebih mahal lagi modalnya.

Lalu soal sistem perencanaan pembangunan Indonesia, dulu jaman orde lama ada yang namanya Pembangunan Semesta Berencana. Pada jaman orde baru ada GBHN, sidang tahunan, repelita dan pelita. Kalau sekarang Presiden memiliki visi dan misi sendiri, Gubernur memiliki visi dan misi snendiri, demikian pula Bupati, Walikota semuanya memiliki visi dan misi sendiri-sendiri.

"Pertanyaan besarnya adalah, apakah sistem ketatanegaraan kita yang seperti ini sudah cukup sempurnakah? Atau perlukah kita kaji kembali? Kami di MPR baru membentuk sebuah lembaga yakni Lembaga Pengkajian. Lembaga Pengkajian MPR siap menerima masukan masukan dari para tokoh sekalian untuk menyumbang pemikiran demi sempurnanya sistem ketatanegaraan Indonesia. Apakah perlu sistem ketatanegaraan diamandemen kembali dan kita sempurnakan atau kita biarkan seperti sekarang ini, semua terpulang kepada stakeholder negara ini," urai Zulkifli yang juga ketua umum PAN itu.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya