Berita

rio capella/net

Fraksi Nasdem Pecat Rio Capella Jika Terbukti Bersalah

KAMIS, 01 OKTOBER 2015 | 13:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

.‎ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa Sekjen DPP Partai Nasdem yang juga anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Patrice Rio Capella, sebai saksi dalam kasus suap dengan tersangka mantan Gubernur Sumatera Utara Gatoto Pujo Nugroho.

Pemeriksaan itu dikabarkan terkait pertemuan petinggi Nasdem dengan mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi (Ketua DPW Nasdem Sumut) di DPP Partai NasDem. Pertemuan itu disebut-sebut untuk 'mengatur' berbagai kasus di Pemprov Sumut yang ditangani Kejaksaan. Namun, orang-orang Nasdem menyebut  pertemuan itu hanya forum islah untuk mendamaikan Gatot-Erry yang berkonflik.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Victor Laiskodat mengatakan, pihaknya yang mendorong Rio untuk memenuhi panggilan KPK.


"Kami mendorong Rio untuk datang, langsung hadir ke KPK. Menurut saya itu hal yang baik. Siapa pun datang itu baik,"‎ sebut Ketua DPP Partai Nasdem itu di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 1/10).

Jelas dia, kalau di kemudian hari KPK menemukan bukti Rio terlibat, fraksinya tidak segan-segan mendepak Rio dari DPR.
‎
"Kalau pun di kemudian hari terbukti akan kami sanksi tegas, pemecatan. Tapi kalau tidak akan kami beri perlindungan," papar Victor.

Tambah dia, soal pertemuan Rio dengan Gatot dan Erry, sebaiknya ditanyakan langsung kepada Rio.

"Silahkan tanya kepada Pak Rio saja, saya tidak tahu dengan bertemu itu. Tapi kan itu bertemu-temu saja, yang nggak boleh itu bertemu mencuri uang," demikian Victor. [ysa]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya