Berita

Hukum

Sanggah Buwas, Nasir Tuntut Bandar Narkoba Dihukum Mati

RABU, 30 SEPTEMBER 2015 | 18:01 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil menilai penempatan narapidana bandar narkoba kelas kakap di pulau terpencil memungkinkan transaksi narkoba dari bandar tersebut tidak terpantau.

Hal ini dikarenakan masih ada oknum petugas lembaga pemasyarakatan yang masih mudah tergoda untuk membiarkan narapidana bandar narkoba bertransaksi secara bebas. Salah satu contohnya adalah kasus Freddy Budiman yang masih bisa bertransaksi melalui jaringannya.

"Bandar narkoba jangan ditempatkan di pulau terluar, makin enak mereka disana. Di penjara disini aja masih bisa bermain. Nanti di sana mereka tak akan terpantau," ujar Nasir dalam diskusi 'Pulau Penjara Rehabilitasi Narkoba, Perlukah?' di Komunitas Kedondong, Jalan Kedondong, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (30/9).


Nasir mengaku tidak sependapat dengan ide Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso yang ingin menempatkan para bandar narkoba ke pulau terpencil Indonesia. Politikus PKS ini tegaskan, hukuman yang paling setimpal untuk para bandar narkoba adalah hukuman mati. Sehingga, lanjut dia tinggal pemerintah yang menjalankan Undang-Undang yang ada sekarang ini.

"Bandar-bandar narkoba ini harus dihukum mati. Jadi untuk bandar tak ada lain ya harus dihukum mati," tutup Nasir. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya