Berita

misbakhun/net

Politik

Selain Paket Ekonomi II, Rakyat Juga Menanti Harga BBM Turun

RABU, 30 SEPTEMBER 2015 | 15:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Paket kebijakan ekonomi jilid II sudah detail. Dalam kebijakan itu, pemerintah menunjukkan keinginan untuk mengintegrasikan kebijakan ekonomi secara menyeluruh, baik kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter.

Begitu kata anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (30/9).

"Tujuan akhir yang ingin dicapai tentunya adalah bauran kebijakan tersebut memberikan dampak yang positif dan signifikan bagi sektor riil dan dunia usaha. Selain mengurangi tekanan akibat turunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," ujarnya.


Politisi Partai Golkar ini mendukung kebijakan ekonomi pemerintah karena berpotensi memberikan dorongan pada sektor riil untuk tetap mempertahankan pertumbuhannya. Termasuk, untuk mengurangi tekanan penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan untuk menarik devisa hasil ekspor (DHE) ke bank dalam negeri. Jika eksportir menyimpan dananya di sistem perbankan di Indonesia, maka pajak atas bunga deposito yang saat ini 20 persen akan dikurangi sebesar 5 persen hingga 10 persen bahkan sampai 0 persen yang besaran insentif pajak dan bunganya tergantung pada tenornya.

"Paduan insentif dari sisi tarif pajak yang lebih rendah dan insentif bunga yang lebih rendah harusnya disambut oleh para pelaku usaha yang selama ini banyak melakukan ekspor tapi devisa hasil ekapornya tidak disimpan di sistem perbankan Indonesia. Kebijakan insentif bunga dan insentif pajak tersebut harus dikoordinasikan dengan baik antara pemerintah dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sehingga bisa segera diimplementasikan," sambung Misbakhun.

Sementara mengenai ijin investasi yang dipermudah, menurutnya, justru akan banyak menarik investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Sehingga membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi.

Sebenarnya yang paling ditunggu adalah upaya pemerintah untuk memperbaiki daya beli masyarakat dengan menurunkan harga BBM dalam paket kebijakan ekonomi saat ini mengingat momentum turunnya harga minyak dunia pada kisaran 40 dolar AS per barrel.

"Tentunya kebijakan penurunan harga BBM ini akan sangat ditunggu oleh masyarakat dunia usaha. Dengan turunnya harga BBM diharapkan biaya produksi akan berkurang. Harga barang ditingkat konsumen tetap bisa dijaga pada supaya dalam daya beli masyarakat," lanjut Misbakhun

"Belum diumumkannya penurunan harga BBM bersamaan dengan paket kebijakan ekonomi tahap II saat ini mungkin disebabkan pemerintah memerlukan koordinasi lebih menyeluruh," tandasnya.[ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya