Berita

rmol

Politik

Pimpinan DPR Nggak Mau Kunjungan ke Arab Disebut Gratifikasi

RABU, 30 SEPTEMBER 2015 | 14:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL.‎ Pimpinan DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi dalam rangka pelaksanaan haji 2015. Kunjungan itu terdiri dari dua alasan, yaitu kunjungan pengawas haji dan kunjungan atas undangan Raja Arab Saudi.

Kunjungan pengawas haji dipimpin langsung oleh Ketua Timwas Haji DPR Fahri Hamzah dan Wakil Timwas Haji DPR Saleh P Daulay. Sementara kunjungan undangan Raja Arab diikuti oleh Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf dan anggota DPR RI Jazuli‎ Juwaini.

F‎ahri menjelaskan, rombongan ketua DPR yang diundang oleh Raja Arab, di Mekkah sekalian melakukan pengawasan haji karena di pundak setiap anggota DPR melekat fungsi pengawasan.


"Beliau (Setya dan rombongan) keliling melakukan pengawasan seperti di Arafah," ujar Fahri saat jumpa pers di Ruang Wartawan, Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 30/9). Jumpa pers juga diikuti oleh Setya, Fadli, Nurhayati dan Jazuli.

Kebetulan, sambung dia, pada pelaksanaan haji tahun ini, ada musibah jatuhnya crane dan insiden Mina.

"Kita melakukan pengawasan soal itu. Sebelumnya juga kita diundang Amirul Hajj memberikan arahan kepada petugas haji," papar Fahri.

Fahri menambahkan, kunjungan mereka, khususnya yang diundang oleh Raja Arab, tidak dibesar-besarkan seolah-olah sebagai bagian dari gratifikasi.

"‎Ini fungsi politik dan setiap negara saling mengunjungi," tukasnya.

Setya Novanto menambahkan, semua pejabat dan mantan pejabat dunia Islam diundang‎ oleh Raja Arab Saudi. Ia sendiri sudah dapat udangan dari enam bulan yang lalu. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya