Berita

Politik

Proyek Kasur Rp 12 Miliar Tergantung Keseriusan DPR

SELASA, 29 SEPTEMBER 2015 | 21:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Proyek tender kasur untuk rumah dinas anggota DPR senilai Rp 12 miliar bisa dibatalkan apabila parlemen serius menolaknya.

"Saya sangat sayangkan ini tetap dilanjutkan di tengah kondisi rakyat yang sedang susah," kata peneliti Forum Masyarakan Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (29/9).

Menurutnya, walaupun sudah melakukan tender bukan berarti tidak bisa dibatalkan dalam proses pembahasan RAPBN 2016 nanti. "Tender itu bisa jadi jebakan untuk menghindari pembatalan tersebut. Nah kita akan lihat sejauh mana DPR memperlihatkan komitmen sesuai dengan pernyataan penolakan selama ini," ujar Lucius.


Dia menilai, apabila proyek itu terus jalan, maka tidak ada keseriusan dari angggota DPR untuk lebih berhemat.

"Saya kira memang sulit dibatalkan karena anggota DPR sendiri tidak serius melakukan penolakan. Banyak Fraksi yang nampak menolak tapi saat proses pembahasan mereka tak mengambil sikapi tegas," ungkapnya.

Dengan ini, lanjutnya, rakyat bisa melihat prilaku anggota DPR sesungguhnya. "Ini wajah sesungguhnya DPR kita. Ada yang seolah-olah pro rakyat di media tetapi melempem di dalam rapat pengambilan keputusan di DPR," ujarnya.

Lucius menambahkan,‎ sebenarnya banyak anggota DPR justru tidak menempati rumah dinasnya, dengan demikian penggantian kasur tidak semuanya diperlukan, hanya pemborosan anggaran saja.

Dia pun menyayangkan peran Sekjen DPR yang kerap menggerus citra DPR. Sebagai kuasa pengguna anggaran Sekjen DPR kadang tak mampu dikontrol oleh DPR.

"DPR yang nampak galak selalu tak berdaya menghadapi permainan Sekjen. Ini tentu membuat kita menduga ada relasi transaksional yang membuat fungsi kontrol DPR tak berdaya menghadapi Sekjen," demikian Lucius.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya