Berita

foto/ist

Nusantara

Sumatera Utara Lebarkan Pasar Ekspor ke Eropa Tengah dan Timur

SELASA, 29 SEPTEMBER 2015 | 13:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Beragam potensi komoditas Provinsi Sumatera Utara, seperti karet, CPO, kokoa, dan kopi telah merambah berbagai negara di dunia. Namun begitu, baru sedikit yang diekspor ke Eropa Tengah dan Timur.

"Ekspor Sumut ke Eropa Tengah dan Timur, khususnya Rusia, baru sekitar 3 persen saja. Sementara mayoritas tujuan ekspor adalah Tiongkok dan AS," ujar Ketua Gabungan Perusahaan Eksportir Indonesia (GPEI) Sumatera Utara, Khairul Mahalli, dalam Pertemuan Bisnis tentang 'Peningkatan Kerja Sama Ekonomi dengan kawasan Eropa Tengah dan Timur' di Medan (28/9).

Dengan adanya peluang pasar di Eropa Tengah dan Timur, maka sudah saatnya pelaku bisnis Sumatera Utara menjadikan kawasan seperti Rusia dan Hongaria sebagai pasar potensial ekspor.


"Rusia misalnya, merupakan pasar yang terus tumbuh untuk ekspor komoditas CPO dan turunannya, kopi dan teh. Pertumbuhan ekspor ini perlu dimanfaatkan oleh pelaku usaha Sumatera Utara untuk turut rambah pasar di kawasan”, papar Syamsul Bahri dari Kementerian Perdagangan.

Pentingnya peluang pasar Eropa Tengah dan Timur ditegaskan juga oleh Dubes Maruli Tua Sagala, Pejabat Senior Kementerian Luar Negeri yang merupakan mantan Dubes RI untuk Hongaria. Menurut Dubes Maruli, untuk produk kopi misalnya, selama 10 tahun terakhir pasar kopi di kawasan meningkat 23 persen dengan total konsumsi mencapai 115.000 ton.

Sementara itu, wakil dari Kantor Perwakilan Perdagangan Rusia di Jakarta Dmitry Bogdanov yang hadir dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Indonesia dan Rusia berkomitmen untuk meningkatkan nilai perdagangan dua kali lipat lebih besar dari saat ini. Nilai perdagangan Indonesia dan Rusia tahun 2014 tercatat sebesar 2,54 milyar dolar AS.

"Kedua pihak harus mengoptimalkan potensi masing-masing untuk mendorong kerja sama perdagangan," kata Dmitry Bogdanov dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Dalam pertemuan tersebut dipandang perlu kesinergian antara pemangku kepentingan, baik pelaku usaha, pemerintah pusat dan daerah, serta Perwakilan RI dan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di luar negeri.

"Perwakilan RI dan ITPC selalu siap dan dukung upaya-upaya proaktif pengusaha Indonesia untuk lebarkan pasar ekspor," kata Dubes Maruli yang juga diamini oleh Syamsul Bahri.

Pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 50 pengusaha dari berbagai sektor di Sumatera Utara ini diselenggarakan atas kerja sama Direktorat Eropa Tengah dan Timur Kementerian Luar Negeri dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Sumatera Utara dan GPEI. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya