Berita

ilustrasi/net

Politik

Dua Kapal Berbendera Vietnam Ditangkap di Natuna

SELASA, 29 SEPTEMBER 2015 | 09:08 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kapal Pengawas (KP) Perikanan Hiu Macan 005 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap dua Kapal Perikanan Asing (KIA) berbendera Vietnam, KM. BV 99252 TS (105 GT) dan KM. BV 9261 TS (88 GT) di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI), sekitar Natuna, Kepulauan Riau, pada 25 September 2015.

Saat ditangkap, KM. BV 99252 TS diawaki oleh 15 orang warga negara Vietnam dan mengangkut sekitar 1.400 kg ikan campuran. Sedangkan KM. BV 9261 TS, yang diawaki oleh 3 orang warga negara Vietnam tidak terdapat muatan.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Asep Burhanudin mengatakan dua kapal tersebut tertangkap tangan melakukan penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) tanpa dilengkapi dokumen-dokumen perizinan dari Pemerintah RI


"Serta ditemukan menggunakan alat tangkap yang dilarang dan merusak sumber daya kelautan dan perikanan, pair trawl," tambah Asep dalam keterangannya kepada redaksi, Selasa (29/9).

Kedua KIA Vietnam tersebut sementara diduga melanggar Pasal 93 ayat (2) jo Pasal 27 (2) UU Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 20 milar.

Dalam penangkapan tersebut ikut diamankan barang bukti berupa 1 unit kapal KM. BV 9261 TS, 1 unit KM. BV. 99252 TS, 1 (satu) unit alat tangkap pair trawl, 1 unit alat bantu penarik jaring, ikan campuran sekitar 1.400 kg, dan beberapa alat navigasi GPS dan alat komunikasi radio.

"Untuk proses hukum lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan, barang bukti beserta 18 ABK WNA Vietnam dikawal ke Satuan Kerja PSDKP Natuna," terang Asep.

Selanjuntya, Asep menambahkan bahwa selama tahun 2015 Direktorat Jenderal PSDKP dari bulan Januari sampai dengan September 2015 telah melaksanakan proses hukum terhadap KIA yang terdiri dari 38 kapal berbendera Vietnam, 8 kapal berbendera Filipina, 6 kapal berbendera Malaysia, dan 5 kapal berbendera Thailand. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya