Berita

ilustrasi/net

Indonesia Harus Desak OKI Terlibat Kelola Haji di Arab Saudi

SENIN, 28 SEPTEMBER 2015 | 21:28 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kota Makkah Arab Saudi dipadati jutuan umat Muslim di musim haji. 'Turis' dari penjuru dunia itu bukan untuk berwisata tapi melaksanakan ibadah haji.

Setiap musim haji ada saja musibah yang dialami jamaah, tidak hanya faktor alam tetapi diakibatkan oleh kelalaian manusia alias human error. Seperti musim haji tahun 2015 ini, jatuhnya alat berat (mobile crane) di arena Ka'bah, insiden desak-desakan di Mina, hingga kebakaran di penginapan yang dihuni jamaah haji Indonesia di Makkah.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Bahri Anshori mengatakan, dengan jumlah jamaah yang mencapai jutaan orang, ditambah bermacam-macamnya suka, bahasa dan budaya, Pemerintah Arab Saudi harus melibatkan dunia Islam mengelolah rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.


"Haji dan Makkah itu milik umat Islam. Jamaah haji yang berjumlah jutaan itu sekali datang ke Makkah, saya kira dengan melibatkan dunia Islam Pemerintah Arab Saudi akan lebih mudah mengelolahnya," ujar Syaful yang juga Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB itu di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 28/9).

Ia pun meminta Pemerintah melaluai Kementerian Luar Negeri agar mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) meloby Pemerintah Arab Saudi agar melibatkan dunia Islam dalam mengelola haji.

"Indonesia yang memiliki jamaah haji terbesar bisa mendesak OKI, atau diplomasi langsung kepada Pemerintah Arab Saudi agar Indonesia atau dunia Islam diajak ngomong soal pengelolaan haji," ungkap Syaiful.

Tambah dia, Indonesia harus berani menggalang negara-negara OKI agar terlibat mengelolah penyelenggaraan haji di Arab Saudi. Selain agar kinerja Pemerintah Arab Saudi menjadi ringan, kerja sama ini adalah bentuk dari tanggung jawab bersama dan sebagai ukhuwah Islamiyah atau persatuan umat Islam.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya