Berita

Politik

Proyek Kasur Jalan Terus, Anggota DPR Dicap Keras Kepala

SENIN, 28 SEPTEMBER 2015 | 19:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi kecewa setelah mengetahui proyek pengadaan kasur baru sebesar Rp 12,45 miliar untuk para anggota DPR terus dijalankan.

Banyak sudah proyek-proyek di DPR menjadi polemik di masyarakat yang terkesan mewah.

"DPR itu selalu keras kepala dan ngotot untuk belanja uang pajak rakyat. Sudah dibilangi untuk dibatalkan kasur karena tidak adanya penting buat DPR," sebut Uchok kepada wartawan, Senin (28/9).


Prilaku ini, lanjut Uchok, akan membuat publik tambah marah kepada DPR. "Kalau rakyat udah marah, itu DPR tidak lagi dipercaya karena tidak mau dengar apa kata rakyat," ujarnya.

Menurut aktivis antikorupsi itu, pengadaan kasur tersebut sebenarnya tak perlu dilakukan. Oleh karena itu, ia tak sungkan menyebut para anggota DPR di masa kepemimpinan Setya Novanto ini mendapat banyak kemewahan.

"Anggota dewan yang paling enak dan bergelimang kemewahan ya masa jabatan saat ini," ketus Uchok.

Beredar pula informasi bahwa tender ini dimenangkan oleh pengusaha binaan dari Biro Pemeliharaan Bangunan dan Instalasi. Dengan demikian aroma adanya permainan dalam tender proyek pun bisa saja terjadi.

"Kalau ini benar ada permainan, KPK harus ikut evaluasi tender ini," tegas Uchok.

Hal senada juga diungkapkan oleh sejumlah musisi reggae yang tergabung dalam Seniman Bulungan. Salah satu vokalis reggae ternama di Jakarta Tony Q memaparkan, keinginan DPR meloloskan pembangunan gedung DPR yang serta permintaan kasur mahal jelas membuat geram rakyat. Tak terkecuali ia dan rekan-rekannya di komunitas yang juga merasa gerah.

Seperti diketahui, DPR merencanakan pengadaan kasur di rumah dinas jabatan anggota (RJA) di kompleks Ulujami, Kalibata Jakarta Selatan dan Wisma Graha Sabha Puncak, Jawa Barat. Anggaran yang mencapai Rp 12,45 milliar itu pelaksanaan tendernya pun sudah dilakukan.[dem],/b>

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya