Berita

manager nasution/net

Nusantara

Negara Harus Jamin Insiden Lumajang Tidak Terulang Lagi

SENIN, 28 SEPTEMBER 2015 | 14:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Komisi Nasional (Komnas) HAM RI mengutuk kekerasan dan pembunuhan terhadap 2 orang pejuang anti tambang Lumajang, saat memperjuangkan hak atas ruang hidupnya pada 26 September 2015.

Komisioner Komnas HAM RI, Manager Nasution mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini siapa pun pelakunya secara profesional dan independen.

"Kami juga mendesak pemerintah, khususnya Pemkab Lumajang dan Pemprov Jatim serta pihak keamanan, untuk menjamin hak-hak konstitusional warga negara terutama hak hidup, rasa aman, dan lingkungan. Khususnya di Desa Selo Awar-awar, Pasirian, Lumajang, Jawa Timur dari aksi premanisme. Negara tidak boleh tunduk kepada aktor non negara," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (28/9).


Kata Manager, peristiwa ini telah ke sekian kali menimpa masyarakat sipil, khususnya aktivis kemanusiaan. Artinya, tindakan anarkis ini telah menjadi lonceng kematian bagi aktivis kemanusiaan.  

"Masih segar dalam ingatan kemanusiaan kita pembunuhan terhadap aktivis tani di Jambi, kekerasan terhadap aktivis anti korupsi di Madura dan lain lain. Negara harus menjamin bahwa peristiwa yang sama tidak terulang di masa mendatang (guarantees of non-recurrence)," sambungnya.

Manager juga berjanji bahwa pihaknya akan segera melakukan investigasi ke lokasi. Hasil investigasi akan disebarkan secara terbuka ke publik.

"Hasilnya akan diterbitkan dalam bentuk rekomendasi akhir," tandasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya