Berita

setnov-trump/net

Politik

DONALD TRUMP GATE

Gerindra: Tidak Semua Pejabat Indonesia Bisa Bertemu Donald Trump

SENIN, 28 SEPTEMBER 2015 | 13:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI menggelar rapat internal tertutup di Ruang MKD, gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 28/9).

Rapat tersebut membahas banyak agenda, termasuk dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto dan rombongan saat bertemu dengan bakal calon Presiden AS Donalt Truump.

Anggota MKD Supratman Adi Aghtas mengatakan, sebenarnya sidang untuk 'menggarap' Setya cs terlalu maju. Pasalnya, menurutnya, tidak ada kode etik anggota dewan yang dilanggar.


"Apa yang salah dari pertemuan itu? Marwah apa yang dilanggar? Tidak ada satu pasal pun yang dilanggar. Dan seharusnya, bukan kita yang meradang, tapi warga Amerika dan Partai Demokrat. Tapi mereka tidak masalah," sebut Supratman di sela-sela rapat.

Yang jadi masalah, lanjut Supratman, jika dalam pertemuan itu ada deal-deal atau fee yang diterima Setya Cs.

"Inikan tidak ada, Jadi ini jauh dari kata melanggar," tegas anggota Komisi III itu.

Tambah Supratman, atas pertemuan itu, seharusnya kita memberikan apresiasi kepada Setya cs karena bisa bertemu orang sehebat Trump. Apalagi Trump adalah salah satu investor AS di Indonesia.

"Saya malah apresiasi, karena tidak semua pejabat negeri ini bisa ketemu Trump," demikian politikus Partai Gerindra itu. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya