Berita

Politik

Mangkir Terus, MKD Bisa Minta Polisi Panggil Paksa Setnov dan Fadli

SENIN, 28 SEPTEMBER 2015 | 10:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI hari ini (Senin, 28/9) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Pemeriksaan itu terkait dugaan pelanggaran kode etik pertemuan ketua DPR dan rombongan dengan bakal calon Presiden AS Donald Trump.

"Seperti yang sudah kita tetapkan  pekan lalu, Pak Setya Novanto akan kita periksa pukul 14.00 WIB, dan pak Fadli Zon pukul 15.00 WIB," kata Wakil Ketua MKD, Junimart Girsang saat dihubungi, Senin (28/9).

Ini adalah panggilan pertama yang dilayangkan kepada Setya dan Fadli. Namun seperti diketahui, saat ini Setya dan Fadli sedang berada di Arab Saudi atas undangan Raja Arab Saudi sekaligus melakukan pengawas atas pelayanan haji oleh pemerintahan RI yang dilakukan Kementerian Agama.


"Kalau terlambat (tidak hadir hari ini), itu urusan mereka, bukan urusan MKD," beber Junimart.

Lalu, setelah Setya dan Fadli mengkir hari, apakah pemeriksaan mereka akan dijadwal ulang? Junimart menjelaskan tidak ada jadwal ulang, yang ada pemanggilan kedua dan pemanggilan seterusnya.

"Bukan dijadwal ulang. Tapi kita panggil yang kedua. Kalau sampai pemanggilan ketiga tidak hadir, MKD bisa minta bantuan polisi untuk panggil paksa," tegas politikus PDI Perjuangan itu.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya