Berita

Hafisz Tohir/net

Politik

Hafisz Tohir Ingatkan Jokowi-JK Jangan Anggap Remeh Persoalan

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2015 | 13:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Saat ini kondisi ekonomi Indonesia masih stagnan dan cenderung terus menurun. Pasar terus menekan kuat Rupiah, pergerakan menuju 15 ribu per AS dolar sebagai batas psikologis pertama ketahanan ekonomi nasional sepertinya akan sulit dibendung.

Ketua Komisi VI DPR RI, Hafisz Tohir mengatakan, kalau sampai hal itu terjadi, pengaruhnya sangat kuat terasa, ini akan menandai jebolnya pertahanan ekonomi nasional.

"Pemerintah harus betul hati-hati, jangan menganggap remeh semua persoalan," ujar politikus PAN itu dalam keterangannya, Minggu (27/9).


Hafisz menjelaskan, efek domino situasi ini adalah harga kebutuhan pokok bergerak tak terkendali. Impor berbagai kebutuhan rumah tangga yang banyak dikonsumsi kelas menengah ke bawah akan terus terjadi akibat produksi dalam negeri tidak mencukupi seperti beras.

Gelombang PHK semakin masif, perusahaan tak kuat menanggung beban operasional akibat kenaikan bahan baku yang disebabkan kuatnya AS dolar atas rupiah sehingga produk dalam negeri tak mampu bersaing.

"Ini bukan mendramatisir persoalan, bukan mengada-ada. Kita ingin mengingatkan Jokowi-JK agar sekali lagi kami tekankan untuk tidak terlalu menganggap enteng  persoalan," ujar Hafisz.

Menurut data dari laporan BPS sampai Agustus 2015, ekspor Indonesia mengalami penurunan di bandingkan dengan Agustus 2014. Nilai ekspor non migas pada Agustus 2015 turun 5,99 persen sedangkan disektor migas turun  41,08 persen.

Jika diakumulasi secara keseluruhan nilai ekspor Indonesia dari Januari hingga Agustus 2015 mencapai 102,52 miliar dolar AS. Ini turun 12,70 persen dibanding perode yang sama pada tahun 2014. Ekspor nonmigas 89,6 miliar dolar AS turun 7,3 persen.

"Sebenarnya secara terbuka pemerintah  sudah berusaha meyakinkan pasar. Hanya saja masih kurang greget responnya, terlihat dari rendahnya kepercayaan pasar," ungkap Hafisz.

Tambah dia, banyak paket kebijakan stimulus ekonomi telah diluncurkan namun pasar terlihat menolak atau masih wait and see.

"Apakah pasar sudah kehilangan kepercayaan, tugas pemerintahan Jokowi-JK lah untuk menyelesaikannya dan meyakinkan bahwa fundamen dan lanskap ekonomi kita masih cukup kuat. DPR khususnya Komisi VI akan terus mendorong mitranya di eksekutif untuk memaksimalkan serapan APBN, memotong kendala percepatan pembangunan infrastruktur dan terus mengoptimalkan peran dan keterlibatan usaha kecil menengah yang telah terbukti kuat menghadapi badai resesi," demikian Hafisz. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya