Berita

jokowi-maruarar/net

PIALA PRESIDEN

Sesuai Pesan Jokowi, Piala Presiden Terbukti Gerakkan Ekonomi

MINGGU, 27 SEPTEMBER 2015 | 03:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kian pertandingan kian membuktikan bahwa Piala Presiden 2015 benar-benar menggerakan ekonomi rakyat.

Bukti paling mutkahir adalah dalam pertandingan antara Persib Bandung melawan Pusamania Borneo FC di Lapangan Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu malam (26/9).

Ditemui di lokasi, Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait benar-benar gembira. Bagaimanapun, olahraga sepakbola ini terkait dengan banyak orang, bukan hanya pemain, pelatih dan wasit, melainkan juga dengan para pelaku usaha kecil di sekitar permainan bola. Ia gembira sebab faktanya, Piala Presiden ini membantu dan menggerakan ekonomi rakyat.


"Ini sesuai dengan pesan Presiden Jokowi, bahwa selain pertandingan harus fair, terbuka, transparan dan profesional, juga harus bisa menggerakan ekonomi rakyat," ungkap Maruarar.

Sebelumnya, Asep budaya (42), seorang pedagang aksesoris bola di Bandung menjadi salah satu saksinya. Asep mengaku dalam sebulan ini, sejak turnamen dihentikan, dagangannya sepi. Tak ada ekonomi yang bisa diandalkan lagi. Hingga akhirnya ada Piala Presiden 2015 yang digelar Mahaka Sport.

"Sekarang keuntungan lebih besar semenjak ada Piala Presiden," kata Asep, warga Kampung Sayuran, Kelurahan Cijerah, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, di sela pertandingan antara Persib Bandung dan Pusamania Borneo di Lapangan Jalak Harupat, Bandung, Sabtu malam (26/9).

"Bisa tiga kali lipat keuntungan kalau Persib main," sambungnya lagi.

Hal yang sama disampaikan Haris, sang pedagang baju (35). Dengan adanya Piala Presiden, itu benar-benar sangat membantu penghasilannya. Apalagi bila Persib Bandung yang main.

"Semoga pertandingan ini diteruskan. Kalau gak ada turnamen mah, parah atuh, susah kehidupan. Sekarang saja 50 kaos sudah terjual dan laku. Alhamdulillah," ungkap Haris. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya