Berita

gayus/net

Politik

Berkaca Kasus Gayus, Lapas Tidak Boleh Berada di Perkotaan

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2015 | 13:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Terpidana kasus korupsi pajak Gayus Holomoan Tambunan yang bebas melakukan apapun di lembaga pemasyarakatan (Lapas) atapun sewaktu berada di luar lapas merupakan gambaran bahwa Gayus adalah 'raja kecil' yang bisa mengatur petugas lapas.

Begitu kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane sebagaimana diberitakan RMOLJakarta, Jumat (25/9).

"Siapapun Menkumham atau Dirjen Lapasnya tidak akan bisa mengendalikan situasi semacam ini," ujar Neta.


Ia berpendapat, sebaiknya lapas yang dihuni para napi koruptor dan narkoba tidak berada di perkotaan.

"Untuk mengatasi hal ini konsep, lapas perlu diubah total. Lapas tidak berada di kota-kota besar, terutama untuk napi koruptor dan narkoba," jelas Neta.

Selain itu, Neta mengatakan, mental para petugas lapas yang mudah disuap berakibat munculnya perlakuan diskriminasi yang dialami oleh napi berduit atau tidak.

"Keberadaan lapas di perkotaan akan membuat napi berduit menjadi raja dan para sipir gampang 'mengolah' mereka serta gampang menyalahgunakan wewenang untuk mengeruk keuntungan pribadi maupun kelompok. Dengan keberadaan lapas sekarang, tidaklah heran jika sel tahanan bisa dijual hingga puluhan juta rupiah," pungkas Neta. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya