Berita

muhammad bin salman/net

Dunia

Pangeran Arab Saudi Jadi Penyebab Tragedi Mina?

JUMAT, 25 SEPTEMBER 2015 | 12:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kehadiran anak dari Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud di pusat kawasan Mina diduga sebagai biang keladi tragedi yang menewaskan lebih dari 700 jamaah haji kemarin.

Harian Lebanon berbahasa arab, al-Diyar, dikutip dari situs berita Iran, presstv, menyebut bahwa konvoi Pangeran Muhammad bin Salman Al Saud memainkan peran sentral.

Laporan itu mengatakan bahwa sang pangeran tiba di Mina pada Kamis pagi (24/9) beserta rombongan besar, yaitu 200 tentara dan 150 polisi untuk mengawalnya.


Kehadiran pangeran itu mengharuskan perubahan arah pergerakan jamaah. Saat terjadi kekacauan, Salman dan rombongan meninggalkan tempat kejadian dengan cepat.

Pemerintah Saudi dituduh berusaha menutupi seluruh kronologi tragedi dan mengintervensi pemberitaan media massa soal kehadiran Deputi Putra Mahkota yang juga Menteri Pertahanan Arab Saudi itu.

Namun, para pejabat di Arab Saudi telah membantah laporan itu. Menteri Kesehatan Saudi sendiri menyalahkan para peziarah untuk tragedi itu.

"Jika para peziarah mengikuti petunjuk, jenis kecelakaan bisa dihindari," kata Khaled al-Falih.

Muhammad bin Salman bin Abdulaziz Al Saud merupakan pangeran Saudi berusia 30 tahun yang selain menjabat Deputi Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan, juga menjabat Wakil Perdana Menteri Kedua, Ketua Mahkamah Kerajaan dan Penasihat Khusus Pelayan Dua Tanah Suci. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya