Berita

fernita darwis/net

Politik

PPP: Murah Sekali Harga Pengamat Pragmatis!

RABU, 23 SEPTEMBER 2015 | 17:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sikap kritis beberapa orang yang mengaku pakar, pengamat, atau aktivis disayangkan. Pasalnya, sebagian besar dari mereka yang kritis hanya semata mengejar jabatan. Sikap kritis hilang seketika saat para pakar itu mendapat jatah jabatan di pemerintahan, maupun di BUMN.

Begitu kata Wakil Ketua Umum PPP Fernita Darwis dalam keterangan yang diterima redaksi sesaat lalu, Rabu (23/9).

"Selama ini banyak yang mengaku aktivis anti korupsi, aktivis pro demokrasi, pakar, atau pengamat yang seolah pro rakyat. Tapi ternyata sikap kritis itu hanya untuk mengejar jabatan," ujarnya.


Sikap pragmatis itu, lanjut Fernita, telah melukai hati rakyat. Ini lantaran kepedulian mereka tentang kesengsaraan yang dialami rakyat saat ini telah hilang.

"Murah sekali ternyata membeli mereka. Ilmu yang mereka kejar ternyata dijual murah, tanpa sedikit pun ada penyesalan. Tidak punya idealisme!" kesalnya.

Fernita semakin kesal lantaran para pengamat pragmatis itu kerap menjelek-jelekan partai politik dan politisi. Tapi nyatanya, justru mereka yang melakukan apa yang mereka kritisi itu.

"Mereka selalu mengkritik, partai politik tidak demokratis, partai politik korup, partai politik serakah. Sekarang rakyat bisa melihat sendiri, yang mereka kritik sekarang justru yang mereka lakukan sendiri," tandasnya.

Sejumlah aktivis dan pengamat memang merapatkan barisan ke pemerintah. Sebut saja pengamat hukum tata negara Refly Harus yang telah menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) di BUMN PT. Jasamarga. Sementara teranyar, aktivis yang juga pengamat politik Fadjroel Rachman diangkat menjadi Komisaris PT Adhi Karya Tbk.  [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya