Berita

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari/net

Olahraga

Gelar Semata Wayang dari Greysia/Nitya

Korea Open Super Series
SENIN, 21 SEPTEMBER 2015 | 08:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kontingen bulutangkis Indonesia akhirnya mengakhiri delapan tahun paceklik gelar Korea Open. Pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari membawa kebangkitan bagi Merah Putih menjadi juara di ajang terse­but, kemarin.

Greysia/Nitya dinobatkan jadi pemenangan usai mengalahkan pasangan tuan rumah, Chang Ye Na dan Lee So Hee lewat pertarungan dua set, 21-15, 21-18. Publik Indonesia yang mayoritas TKI di Stadion HK Handball pun gemouruh.

Di set pertama, Greysia/Nitya langsung menunjukkan keper­cayaan diri dengan permainan ofensif. Hal ini membut Chang Ye Na Lee So Hee kerepotan, Greysia/Nitya pun menang 21-15. Memasuki set kedua, kejar mengejar poin terjadi antara pasangan Indonesia dan Korsel.


Namun setelah imbang 3-3, Greysia/Nitya balik unggul dan melejit meninggalkan ganda Korsel. Ketika masuk masa interval ganda Indonesia unggul poin 11-6.

Pada fase berikutnya sempat tertinggal 15-19, ganda korea itu berhasil memperkecil ketinggalan jadi 18-19 setelah rally panjang.

Namun, ganda Indonesia ber­hasil memaksimalkan kesem­patan dan merebut dua poin terakhir yang membuat mereka menjadi juara. Partai puncak Korea Super Series ganda putri itu sendiri berlangsung selama 47 menit.

Keberhasilan Greysia/Nitya meraih gelar Korea Open ini merupakan yang pertama sejak delapan tahun terakhir. Gelar terakhir untuk Indonesia diperoleh Candra Wijaya/Tony Gunawan dan Nova Widianto/Liliyana Natsir pada 2006 silam.

Sayang sukses itu tidak diikuti Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan ganda campuran itu harus puas menjadi runner-up karena kalah dari musuh be­buyutannya, Zhang Nan/Zhao Yunlei, di babak final.

Tontowi/Liliyana kalah dua gim langsung dari pasangan no­mor satu dunia itu 16-21, 15-21 dalam tempo 41 menit.

"Pertama-tama kami ingin berterima kasih kepada Tuhan, terima kasih untuk pelatih kami, untuk PBSI dan semuanya yang telah berjasa. Gelar ini kami persembahkan untuk Indonesia, untuk ganda putri Indonesia. Kami hanya memberikan yang terbaik di lapangan dan kami memang ingin menjadi juara di sini," ujar Greysia kepada bad­mintonindonesia.org. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya