Berita

Kader Baguna PDIP Siap Diterjunkan ke Wilayah Bencana

MINGGU, 20 SEPTEMBER 2015 | 17:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

‎. Saat ini, bangsa Indonesia banyak mengalami bencana, termasuk ‎asap yang sudah sangat mengkhawatirkan. 

‎Demikian disampaikan Wakil Sekjen DPP PDIP Bidang Kerakyatan, Eriko Sotarduga, saat penutupan acara pelatihan‎ Badan Penanggulangan Bencana (Baguna)‎ di Bumi Perkemahan Sukamantri, Gunung Salak, Bogor, Minggu (20/9). 

‎Pelatihan ini digelar PDIP dengan mengandeng Badan SAR Nasional (Basarnas). Dalam pelatihan yang dilakukan selama lima hari ini sejak tanggal 16-20 September ini peserta dibekali‎ materi pelatihan di medan terjal dan tantangan berat hutan di pegunungan. ‎

‎"100 anggota Baguna yang telah dilatih Basarnas tersebut akan langsung diturunkan ke daerah yang terkena bencana asap. ‎Ini nanti sudah bisa langsung diturunkan," kata Eriko. ‎

‎PDIP, kata Eriko, sebagaimana sudah diinstruksikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, harus hadir bersama-sama dengan rakyat ketika terjadi bencana. Untuk itulah, melalui Baguna PDIP berkomitmen mendedikasikan diri kepada bangsa ini. Apalagi, dari segi geografis, Indonesia memang potensi terjadinya bencana di berbagai daerah sangat tinggi.

‎"Kita tentu tidak bisa hanya mengandalkan personil Basarnas yang dari segi jumlah jika dibandingkan dengan cakupan potensi bencana di negara ini sangat banyak. Makanya, kader PDIP di Baguna dilatih untuk bisa membantu Basarnas," ujarnya. 

‎Selain mereka akan berperan langsung dalam penanganan bencana, pelatihan ini juga sekaligus sebagai upaya membangun kesadaran di tengah masyarakat agar lebih sigap dan siap ketika terjadi bencana. Eriko lantas mencontohkan bagaimana Jepang yang juga punya potensi tinggi terjadi bencana tetapi masyarakatnya sudah punya kesadaran bagaimana ketika menghadapinya. 

‎"Inilah yang selalu ditekankan Ibu Megawati, bahwa kita harus selalu siap dan sigap karena banyak daerah di Indonesia. memang rawan dan punya potensi tinggi terjadi bencana," jelasnya. 

‎Dalam kesempatan tersebut, Eriko juga mengatakan, PDIP menargetkan setidaknya ada 800 personel Baguna yang mengikuti pelatihan oleh Basarnas. Dengan jumlah setara satu batalion, Eriko meyakini akan sangat membantu pemerintah dalam bergotong royong dangan masyarakat menghadapi dan menangani bencana. 

"Kader di Baguna juga ini sekaligus selain sebagai bentuk pengabdian adalah demi meneruskan apa yang sudah dirintis almarhum Bang Ondos (Theodorus Jacob Koekrits) yang sebelumnya memimpin Baguna PDIP ini," jelasnya. 

‎Dengan semangat dedikasi dan gotong royong itulah, lanjut Eriko, para peserta begitu antusias mendapatkan pelatihan. Meski dalam kelelahan, kata dia, mereka tidak menunjukkan mengalami penurunan semangat. 

‎Sementara Ketua Baguna PDIP Alvian Feoh mengatakan, dalam pelatihan oleh Basarnas, para peserta dilatih untuk menghadapi medan air, hutan dan gunung.

‎"Di pelatihan air, peserta dilatih bagaimana mengemudi perahu ketika menyelamatkan korban bencana, juga bagaimana teknik evakuasinya," ungkapnya. 

‎Sementara medan hutan dan gunung, para peserta dilatih teknis medan yang sulit dan bagaimana tetap bisa survive. Sebab, pada umumnya bencana yang terjadi di daerah-daerah memang medannya cukup sulit sehingga butuh keterampilan ketika menanganinya.‎ [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya