djauhari oratmangun/kbri moskow
RMOL. Duta Besar RI untuk Federasi Rusia, Djauhari Oratmangun memperoleh gelar 'Warga Kehormatan' dari salah satu universitas ternama di Rusia yaitu Don State Technical University (Donskoy Gosudarstvennyy Tekhnicheskiy Universitet-DGTU) di kota Rostov on Don. DGTU merupakan universitas terbaik di selatan Rusia yang memiliki pusat sains, pendidikan dan kebudayaan yang lengkap dan telah menghasilkan lulusan terbaik dan berkualitas yang berkontribusi baik bagi Rusia maupun internasional. Selama perjalanan panjang 85 tahun DGTU telah meluluskan lebih dari 60 ribu insinyur, ahli teknologi, programmer dan spesialis lainnya.
Penganugrahan gelar tersebut dinobatkan langsung oleh Rektor universitas, Bapak B.C. Meshi dengan menyematkan pin emas kepada Dubes RI dalam kunjungannya sebagai tamu kehormatan acara Dies Natalis DGTU ke-85 pada tanggal 10 September 2015. Gelar tersebut diberikan oleh universitas atas kontribusi Dubes RI dalam membangun kerjasama bidang pendidikan antara universitas DGTU dengan universitas-universitas di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut mengutip dari rilis KBRI Moskow, Dubes Djauhari menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang diberikan oleh DGTU dalam membantu 21 mahasiswa Indonesia untuk belajar bahasa Rusia di fakultas persiapan (Fodfak) selama satu tahun di DGTU dan mengharapkan pengembangan kerjasama yang lebih luas di masa depan.
"Diharapkan ke depannya kerjasama yang terjalin dapat dikembangkan dalam lingkup yang lebih luas antara lain kerjasama penerimaan mahasiswa, pertukaran mahasiswa/dosen, program pendidikan dan penelitian bersama serta kerjasama lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan Rusia di bidang pendidikan," ujar Dubes RI
Sementara Bapak B.C Meshi menyambut baik kerjasama pendidikan kedua negara, Bapak B.C. Meshi menilai bahwa mahasiswa Indonesia yang selama ini menempuh pendidikan persiapan bahasa Rusia di DGTU telah menunjukkan prestasi yang sangat baik dan sangat aktif dalam berbagai kegiatan fakultas. B.C Meshi berharap bahwa kerjasama dengan Indonesia tidak hanya dalam persiapan bahasa Rusia kepada mahasiswa Indonesia namun diperluas dengan kerjasama konkret lainnya.
Pada acara puncak Dies Natalis ke-85 DGTU, Dubes RI berkesempatan memberikan kata sambutan di depan ratusan undangan yang terdiri dari Gubernur Rostov on Don, perwakilan dari berbagai Kementerian Federasi Rusia, pejabat bidang pendidikan, guru besar dan professor serta pejabat lainnya. Dubes RI menyampaikan ucapan selamat atas prestasi dan perjalanan panjang DGTU sebagai salah satu universitas ternama di Rusia dengan kualitas dan standar pendidikan tinggi. Kedua negara juga berkomitmen untuk membangun kerjasama antara universitas DGTU dengan universitas-universitas di Indonesia. Kerjasama yang dibangun tidak hanya tercermin dalam bidang pendidikan namun kerjasama juga akan semakin mempererat hubungan kedua negara yang telah terjalin lebih dari 65 tahun.
Dalam rangkaian acara Dies Natalisjugadiselenggarakankegiatan seminar, round tabledanpameranteknologi.Turuthadirdalam seminar dan round table adalah pihak dari Universitas Gunadarma yaitu Prof. Dr. Sarifuddin, Head of Doctoral Program in Information Technologydan Dr. RuswandiTahrir, Head of Research Centre in Disaster Mitigation. Selain menghadiri seminar, kunjungan pihak universitas Gunadarma merupakan tindak lanjut dari telekonferensi antara sejumlah Rektor dan Pejabat Tinggi dari Indonesia termasuk Universitas Gunadarma dengan Rektor dan Pejabat Tinggi dari DGTU pada Juni 2015.
Diharapkan dalam kunjungan tersebut dapat dikembangkan menjadi kerjasama yang lebih konkret antarkedua perguruan tinggi. Universitas Gunadarma menyampaikan kesiapannya untuk dapat mengirimkan mahasiswa, dosen ke DGTU dan melakukan penelitian bersama demikian pula sebaliknya di mana Universitas Gunadarma juga siap menerima mahasiswa DGTU, dosen dan kegiatan pendidikan lainnya.
Di sela-sela kunjungan tersebut, Dubes RI juga berkesempatan mengunjungi kota Starocherskasskaya yang merupakan kota pusat budaya dan politik bangsa Kozak yang terkenal kuat dengan tradisi militer dan berperan besar dalam masa perang Rusia pada abad 18 hingga abad 20. Dalam kesempatantersebut, Dubes RI juga dinobatkan sebagai Ataman Indonesia (gelar bagi panglima perang Kozak) sebagai orang Indonesia pertama yang menginjakkan kaki di desa Kozak tersebut.
Pemberian gelar tersebut diberikan terbatas hanya kepada tamu-tamu kehormatan yang datang ke desa Kozak. Beberapa tokoh terkemuka yang mendapatkan gelar Ataman Kozakantara lain Menlu Federasi Rusia, Wakil Perdana Menteri, astronot Rusia, pejabat tinggi, beberapa tamu kehormatan asing termasuk selebritis terkenal Rusia.
Diharapkan pemberian gelar tersebut semakin mengakrabkan hubungan dan kerjasama yang telah terjalin selama ini antara Indonesia dan Rusia.
[wid]