Berita

ilustrasi/net

Bisnis

KNTI: Data Pemerintah untuk Konversi Solar ke Gas Tidak Akurat

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2015 | 13:35 WIB | LAPORAN:

Rencana pemerintah merealisasikan konversi bahan bakar solar menjadi bahan bakar gas untuk kapal nelayan kecil mendapat dukungan dari Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Riza Damanik.

Riza menilai pemerintah berniat meningkatkan pendapatan nelayan sekaligus menekan biaya produksi.

"Pada prinsipnya kami melihat ada semangat inisiatif konversi (gas) itu sendiri adalah upaya untuk meningkatkan produktivitas (nelayan). Di sisi yang lain adalah untuk menekan biaya produksi," ujar Riza dalam konferensi pers di Sekretariat DPP KNTI, Menteng, Jakarta, Jumat (11/9).


Meski demikian, ia mengingatkan pemerintah agar konversi tepat sasaran. Ia khawatir karena data yang digunakan pemerintah adalah data yang sama sekali tidak akurat.

"Yang menjadi persoalan adalah, bagaimana mungkin kita bisa mengatakan realisasi program jadi lebih baik bilamana pemerintah
menggunakan data-data yang tidak akurat?” sesalnya.

Ia mencontohkan rencana Kementerian ESDM melakukan konversi solar ke gas terhadap 600 ribu kapal ikan. Sementara dari data hingga tahun 2014, kapal perikanan yang menggunakan mesin hanya sekitar 240 ribu unit.

"Itu artinya konversi tidak hanya dilakukan kepada kapal-kapal kecil, tapi juga kapal-kapal besar," bebernya.

Ia kemudian mempertanyakan akan ke mana sisa konversi gas dialirkan bila konversi terhadap 240 ribu nelayan kecil sudah dilakukan.

"Saya dengar sesungguhnya paket ini didorong untuk berdayakan nelayan-nelayan kecil,” ujarnya mengingatkan. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya