Berita

Bisnis

Sayang, Paket Ekonomi Jokowi Abaikan Angkutan Jalan

JUMAT, 11 SEPTEMBER 2015 | 12:28 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan paket kebijakan ekonominya, baru-baru ini di Istana Negara, Jakarta Pusat.  Sayangnya, paket ekonomi itu dinilai kurang menyentuh persoalan lalu lintas maupun angkutan jalan, baik udara dan laut.

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan ragu proses implementasi paket ekonomi itu dapat berjalan efektif karena tidak didukung sarana lalu lintas dan angkutan yang baik.

Edison menerangkan, lalu intas dan angkutan memiliki peran penting untuk meningkatkan perekonomian dan aktivitas serta kreatifitas masyarakat. Sementara dalam paket ekonomi Jokowi itu hanya menyentuh beberapa hal penting yang di antaranya birokrasi yang ramping, rumah murah untuk rakyat,  subsidi kredit UMKM, kemudahan fasilitas visa dan menyimpan dolar di dalam negeri, serta mempercepat pembangunan infrastruktur dengan padat karya.
 

 
"Pemerintah harusnya memaknai bahwa lalu lintas dan angkutan jalan baik udara maupun laut yang memberikan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) sebagai penggerak utama untuk meningkatkan perekonomian," kritiknya melalui siaran pers ITW yang diterima redaksi, Jumat (11/9).
 
Dikatakan, permasalahan riil lalu lintas saat ini adalah kemacetan di sejumlah kota-kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta. Sayangnya, menurut dia, masalah kemacetan seperti terbiarkan hingga menjadi komsumsi masyarakat sehari-hari. Padahal, kemacetan selain menimbulkan stroke juga  pemborosan, kontra produktif dan banyak potensi masalah sosial lainnya, seperti gangguan psikologis masyarakat yang semuanya berpotensi mematikan produktivitas.
 
Bahkan, beber dia, data ITW menunjukkan kerugian dari sisi ekonomis akibat kemacetan di ibukota Jakarta mencapai Rp 65 triliun per tahun. Kerugian itu terjadi akibat  pemborosan penggunaan BBM.
 
Karena itulah, kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah seharusnya berorientasi pada upaya menyehatkan lalu lintas yang merupakan urat nadi kehidupan.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya