Berita

Bisnis

Ekonom: Tak Ada Pilihan Lain, Reformasi Ekonomi Harus Segera Dilakukan!

RABU, 09 SEPTEMBER 2015 | 16:40 WIB | LAPORAN:

Pemerintahan Presiden Joko Widodo dihadapkan kepada kondisi perekonomian dunia yang tidak semakin ramah di mana pertumbuhan perekonomian China dan juga Eropa terus melempem. Dengan situasi yang seperti ini maka tidak ada pilihan bahwa reformasi ekonomi harus segera dilakukan.

Demikian pendapat President Director for Banking Crisis, Achmad Deni Daruri dalam keterangannya kepada redaksi, Rabu (9/9).

Menurut dia, pemerintah harus menarik investasi asing dan lokal sebanyak-banyaknya untuk menutup kesenjangan antara tabungan dan investasi di Indonesia.


"Sekaranglah saatnya yang tepat agar pemberian tax holiday diberikan secara across the board tanpa pandang bulu kepada semua jenis investor," jelasnya.

Hal ini mengingat krisis perekonomian dunia dapat berlangsung hingga 10 tahun ke depan. Ini artinya minimal jangka waktu pemberian tax holiday  juga 10 tahun. Di samping itu, imbuh Achmad, kemudahan perpajakan juga harus diberikan kepada semua pihak yang mengalokasikan investasinya untuk pendidikan dan barang publik.

Ia menerangkan, peran pengeluaran pemerintah dalam produk domestik bruto secara relatif sebetulnya sangatlah kecil dibandingkan dengan konsumsi masyarakat, investasi dan ekspor.

"Sungguh bodoh jika upaya penarikan pajak justru mematikan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Reformasi ekonomi harus segera," tukasnya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya