Berita

foto/ist

Politik

RMP Tegaskan Komitmen Mengawal Jokowi-JK di Sektor Ekonomi

SENIN, 07 SEPTEMBER 2015 | 18:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah regulator serta pejabat penting negara di bidang ekonomi sudah membuat aksi nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia.

Belajar dari krisis ekonomi terdahulu di 1998 dan 2008, kondisi saat ini memang belum normal. Namun secara parameter obyektif, harus diakui kondisi saat ini jauh lebih baik.

Begitu tegas Ketua Relawan Merah Putih (RMP) Maruarar Sirait saat menyampaikan kesimpulan diskusi bertajuk "Daya Tahan Ekonomi Indonesia" yang diselenggarakan RMP, di Jakarta, Senin (7/9).


Menurutnya, para pejabat tinggi bidang perekonomian sudah membuat langkah nyata. Dia menyontohkan Bursa Efek Indonesia yang terus maju melangkah untuk mendorong keterbukaan bursa bagi pengusaha belum besar dan pengusaha dari seluruh Indonesia, tak hanya di Jakarta.

"Kita harus jujur keadaan sekarang pun tak normal dan belum baik. Tapi dengan parameter sekarang, jelas situasi saat ini belumlah krisis," kata Ara

Sebagai salah satu organisasi relawan terdepan dalam pemenangan Jokowi-JK di Pilpres lalu, Ara menegaskan komitmen RMP untuk terus membantu pemerintahan ini menghadapi masa-masa sulit. Salah satunya, adalah dengan membuat forum diskusi mengundang pejabat tinggi negara dan regulator lainnya.

"Saya yakin dengan komunikasi seperti ini, ada ruang demokrasi, mengkritik, dan bertanya. Harusnya ini bisa membuat informasi tak tersumbat," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadallia tetap konsisten agar pemerintah lebih bekerja keras mendorong berkembangnya pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Sebab terbukti di 1998, penjaga perekonomian sebenarnya adalah sektor UMKM. Makanya, HIPMI berusaha mendorong lahirnya UU Pengusaha Pemula agar sektor UMKM makin berkembang.

"Pelaku usaha itu masih kecil, kita butuh 1,6 juta pengusaha baru. Masalahnya adalah pendanaan kurang. Pentingnya UU Pengusaha Pemula adalah memproteksi ke sana. Daripada uang diberikan untuk kartu-kartu subsidi," kata Bahlil.

Dia juga mendorong hilirisasi sehingga bahan mentah tak melulu diekspor ke luar negeri. "Masalahnya, perbankan belum ada yang membiayai. Kredit infrastruktur tak ada yang berani membiayai 6-7 tahun. Tak ada konsep pembangunan ekonomi tanpa infrastruktur. Itu yang perlu dilakukan untuk ketahanan ekonomi Indonesia," tegasnya.

Selain Bahlil Lahadalia, juga hadir sebagai pembicara dalam diskusi ini, Menkeu RI Bambang Brodjonegoro, Dirut BEI Tito Sulistio, dan Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin,

Peserta diskusi adalah para aktivis seperti Ketua Umum PMKRI Lidya Natalia, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Beni Pramula, dan para pengurus daerah HIPMI. Selain itu, tokoh asosiasi juga hadir dari Gapensi dan Hiswana Migas. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya