Berita

denny ja/net

Denny JA Luncurkan Puisi Esai Sosial Roti untuk Hati

JUMAT, 04 SEPTEMBER 2015 | 01:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ternyata, indeks kebahagiaan publik yang  tinggal di negara demokrasi lebih tinggi ketimbang yang tinggal di negara berbasis agama.  

Bahkan negara yang mengajarkan pelajaran agama di sekolah justru memiliki tingkat korupsi lebih tinggi dibandingkan negara yang tidak memgajarkannya.  Negara Barat juga ternyata lebih Islami ketimbang negara Islam. Itu berdasarkan Islamicity Index.

Semua isu sosial itu bukan ada di makalah ilmiah. Melainkan ada dikumpulkan puisi esai yang didasarkan riset dan terangkum dalam buku Denny JA terbaru yang berjudul "Roti untuk Hati (2015).


Puisi ini unik. Berisi opini sosial yang didasarkan data dan catatan kaki.

Buku yang dirilis Kamis kemarin (, 3/9) di JCC Senayan ini merupakan lanjutan sukses Denny JA usai "Saputangan Fang Yin" edisi Bahasa Inggris miliknya sukses menjadi best seller nomor 1 di Amazon.com Juli lalu.

Peluncurannya pun unik. Karena dilakukan dengan membagikan roti berlabel "Roti untuk Hati" kepada pengunjung. Tidak hanya itu, beberapa puisinya juga dibacakan oleh Teater Mandiri, Teater Lab, Lili Sudabra, dan Monica Anggi Puspita
 
Buku terbaru konsultan politik ini berisi puisi-puisi hasil perenungannya mengenai pelbagai permasalahan sosial maupun kebangsaan. Dalam buku bertebal 300 halaman tersebut, Denny JA berbagi perjalanan batinnya soal agama, realitas, dan hidup bahagia.
 
Melalui buku ini, Denny JA memperkuat kehadiran genre baru puisi, yaitu puisi esai,  puisi dengan riset dan catatan kaki, dengan karakter dan plot, seperti cerpen yang dipuisikan.

Buku "Roti untuk Hati" segera diterjemahkan ke bahasa Inggris, menjadi versi digital dan akan dipublikasi di Amazon.com.  Denny JA berharap bukunya kembali menjadi best seller no 1 di toko online terbesar dunia itu, seperti buku sebelumnya. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya