Berita

Olahraga

Buka Piala Presiden, Jokowi Anggap Sanksi FIFA Pil Pahit yang Harus Ditelan

MINGGU, 30 AGUSTUS 2015 | 16:51 WIB | LAPORAN:

Presiden Jokowi mengumpamakan saksi FIFA ke Indonesia sebagai pil pahit yang harus ditelan agar sepak bola nasional kembali sehat dan berkembang. Karena itu, semua stakeholder tidak perlu khawatir dengan sanksi itu. Reformasi persepakbolaan nasional adalah pilihan yang harus diambil untuk membangun prestasi sepak bola nasional di masa depan.

"Saya yakin seluruh pencinta bola ingin persepakbolaan di Tanah Air makin maju," kata Jokowi sebelum melakukan Kick Off Turnamen Piala Presiden di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali (Minggu (30/8) seperti dalam keterang pers Tim Komunikasi Presiden.

Selain beberapa Menteri Kabinet Kerja, turut menyaksikan acara ini antara lain Gubernur Bali, Bupati Gianyar, anggota Tim Transisi Reformasi Tatakelola Sepakbola Nasional, dan beberapa pengurus Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).


Menurut Presiden, reformasi sepak bola memerlukan langkah besar, kesabaran dan pengorbanan. Tidak apa-apa sekarang kita diberi sanksi oleh FIFA, tidak bisa bertanding di dunia internasional daripada kita kalah terus.

Indonesia juga bukan negara pertama yang diberi sanksi FIFA. Sanksi serupa juga pernah dialami negara-negara lain seperti Australia, Iran, Spanyol dan Brunei Darusalam ketika mereka melakukan pembenahan sepak bolanya.

Piala Presiden diharapkan menjadi ajang persatuan kembali pegiat sepak bola tanah air. Turnamen akan mempertandingkan 38 partai. Babak final rencananya akan diselenggarakan di Stadion Bung Karno, Jakarta pada 18 Oktober 2015.

Piala Presiden 2015 terdiri dari empat grup berdasar tuan rumah, yaitu Bali, Makasar, Malang dan Bandung. Di Bali akan bertanding Bali United, Persija, Mitra Kukar dan Persita Tangerang. Selain Piala Presiden, turnamen sepakbola nasional lain yang tengah berlangsung adalah Piala Kemerdekaan.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya