Berita

ilustrasi/net

Hukum

Koalisi Antikorupsi Catat 10 Jejak Negatif Capim KPK

JUMAT, 28 AGUSTUS 2015 | 19:39 WIB | LAPORAN:

Koalisi masyarakat sipil antikorupsi mencatat masih ada calon pimpinan KPK berekam jejak negatif.

Setidaknya, koalisi yang terdiri dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikorupsi ini memiliki 10 catatan yang dimiliki sejumlah calon pimpinan KPK periode 2015-2019.

Kordinator bantuan Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Julius Ibrani memaparkan, 10 catatan negatif itu diantaranya terdapat calon yang merupakan pejabat negara, namun tidak menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).


Ada juga calon yang melanggar administrasi dengan membayar seseorang untuk mengurus administrasi kependudukannya.

"Ada juga kandidat yang saat tes wawancara kemarin enggan untuk mengusut dugaan korupsi diinstansi asalnya jika terpilih sebagai pimpinan KPK. Bahkan terdapat juga calon yang terbukti menjadi timses calon presiden saat Pemilu lalu," ungkap Julius saat diskusi 'Selamatkan KPK, Pilih Capim KPK yang kredibel', di Kantor YLBHI, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).

Selain itu, Julius menambahkan ada juga calon yang lupa harta kekayaannya berapa. Kemudian ada calon yang memiliki kinerja buruk dalam menjalankan profesinya, yakni dengan memaksa bawahan melakukan pelanggaran tender kontrak dengan pihak swasta.

"Belum lagi capim yang memiliki transaksi mencurigakan. Tiba-tiba transaksi keuangannya meningkat berpuluh kali lipat dari gajinya. Bahkan ada calon yang tidak mengerti kenapa KPK didirikan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Julius meminta untuk Pansel KPK untuk mempertimbangkan catatan negatif dari beberapa Capim KPK. Disamping itu, Pansel tidak meloloskan Capim KPK yang memiliki catatan negatif.

Di kesmpatan yang sama, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pendidikan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, mengatakan Pansel KPK memiliki tangungjawab besar untuk menyaring nama-nama yang memiliki catatan negatif tersebut agar tidak masuk ke presiden dan DPR. Sebab papar Ikrar hal ini menjadi pertaruhan besar kredibilitas Pansel Capim KPK.

"Pansel ini bertangung jawab, ada tidak orang-orang yang akan diajukan ke Presiden dan DPR, kategori sampah yang tadi. Mudah-mudahan Srikandi pansel ini punya kekuatan batin yang kuat" pungkas Ikrar.[dem]  



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya