Berita

Shannen Doherty/net

Blitz

Shannen Doherty, Didiagnosa Kanker Payudara, Tuntut Bekas Manajer

KAMIS, 27 AGUSTUS 2015 | 09:27 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Shannen Doherty ternyata telah didiagnosa menderita kanker payudara dan tampak­nya harus menjalani operasi mastectomy dan chemothera­py. Hal ini terungkap melalui tuntutan yang ditujukan kepada bekas manajernya. Tuntutan ini belum lama dimasukkan ke pengadilan oleh bintang Bev­erly Hills 90210 dan Charmed ini. Dokumen tuntutan ini berhasil didapat oleh The Hol­lywood Reporter.

Dari tuntutan itu juga diketa­hui jika kanker yang berada di payudaranya telah menyebar. Hal ini disebabkan, menurut apa yang dilaporkan Doherty dalam tuntutan tersebut, karena ia tidak ditanggung oleh asur­ansi kesehatan yang benar.

Produser TV berusia 44 tahun ini menuntut Tanner Mainstain, mantan manajer bisnisnya yang dicap gagal untuk mencarikan asuransi pre­mium melalui Screen Actors Guild (SAG) yang sebenarnya bisa didapat jika diurus dalam waktu yang ditentukan.


"Di November 2013, SAG telah mengirimkan tagihan premium kepada Tanner Mainstain untuk penanggu­nan insuransi medis selama tahun 2014 untuk sang pe­nuntut. Tetapi, pihak yang dituntut mengabaikan tagi­han itu dan gagal membayar iurannya tanpa memberi tahu kepada pihak penuntut dan kemudian segera memutus­kan hubungan kerja den­gan pihak penuntut efektif 7 Februari 2014," begitu yang tertulis dalam tuntutan.

Doherty dipecat sebagai klien Tanner dengan status di mana ia tidak terasuransikan dan tidak mengetahui hal terse­but. Dan, ketika ia mendaftar ulang asuransi SAG di 2015, di mana ia mengetahui jika ia terkena kanker.

"Shannen diinformasikan jika sebelumnya ia ditanggung asuransi, kanker memiliki po­tensial untuk bisa dihentikan yang berarti tidak mengharus­kannya menjalani pengobatan seperti mastectomy dan che­motherapy. Jika ia harus men­jalani operasi dan perawatan itu artinya ia akan melewati banyak penderitaan," tamba­han dari penjelasan dalam dokumen.

Tampaknya Shannen san­gat kesal dengan perlakuan mantan manajernya karena ia juga menuntutnya dengan praktik tidak etis. Diterang­kan jika manajernya sering sekali mengontrol keuangan dan aset klien serta juga tidak segan-segan menipu dan mem­bohongi klien. "Mereka juga sering mengatur transaksi yang tidak masuk akal hanya untuk menutupi kesalahan mereka sendiri."

Tuntutan Doherty ke penga­dilan tidak sendirian. Suamin­ya, Kurt Iswarienko, juga ikut memasukan tuntutan kepada perusahaan akutansi dimana mantan manajer Doherty ber­naung. ***

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya