Berita

Olahraga

Rakor Olahraga Harus Bisa Kembalikan Tradisi Emas Indonesia di Olimpiade

KAMIS, 27 AGUSTUS 2015 | 07:21 WIB | LAPORAN:

Menpora Imam Nahrawi berharap seluruh stakeholder olahraga bisa membuat Indonesia bisa mengembalikan tradisi emas pada Olimpiade 2016 di Brazil. Menurut dia, setidaknya Indonesia harus bisa membawa pulang dua medali emas, entah dari cabang bulu tangkis, angkat besi atau panahan.

Harus mampu kembalikan tradisi emas. Minimal bawa dua emas ke Tanah Air. Dapat emas di ajang lain sudah biasa, tapi kalau bawa dua keping emas di Olimpiade, itu luar biasa,” kata Menpora, saat membuka Rakor Pembinaan Olahraga Nasional Mendukung Program Indonesia Emas Menuju Asian Games 2018 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (26/8) malam.

Untuk mewujudkan itu, menteri yang akrab disapa Cak Imam tersebut meminta Satlak Prima bisa menciptakan atlet yang andal. Namun, itu bukan perkara mudah karena saat ini KONI dengan KOI masih belum akur. Karena itu, Menpora minta Prima bisa bersinergi dengan dua lembaga pembina olahraga di Tanah Air tersebut.


"Para atlet perlu terus didorong agar lebih kuat dan susunlah strategi yang bagus. Prima akan tangguh jika bersinergi dengan KONI dan KOI," jelasnya.

Menurut Menpora, pembinaan atlet tak bisa instan dan perlu biaya banyak. Karena itu, pihaknya berharap agar BUMN dan pihak swasta ikut melakukan pembinaan terhadap cabang-cabang olahraga di Indonesia.

"Untuk itu, diperlukan peran Kementerian Keuangan, Bappenas, BUMN, DPR, termasuk soal regulasi CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan untuk pembinaan olahraga," terangnya.

Pada Rakor tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur, antara lain Kemenpora, KONI Pusat, KOI, Satlak Prima, PB/PP, KONI Provinsi, Kabupaten dan Kota, Dispora Provinsi, Komite Olimpiade Militer Indonesia (KOMI) dan National Paralimpyc Games (NPC). Rakor digelar selama tiga hari hingga Jumat (28/8) besok.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya