Berita

Bisnis

Inilah Syarat yang Diajukan Rizal Ramli bila Jepang Ingin Dapatkan Proyek Kereta Cepat

RABU, 26 AGUSTUS 2015 | 13:49 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli,  menyampaikan pesan khusus kepada penasihat Perdana Menteri (PM) Jepang,  Hiroto Izumi, jika Jepang serius ingin berinvestasi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Menurut Rizal Ramli, proyek ini jadi incaran Republik Tiongkok dan Jepang. Jika salah satu mau memenangkannya, maka harus mempertimbangan secara matang teknologi dan keselamatan (safety) kereta cepat yang akan menempuh jarak 200 kilometer tersebut.

"Bahaya kalau tidak aman. Soal keamanan dan kenyamanan penting," kata Rizal kepada wartawan usai pertemuan di kantornya, Gedung BPPT I, Jakarta Pusat, Rabu (27/8).


Pesan kedua Rizal terkait kejelasan segi pembiayaan, termasuk utang, bunga, biaya pemeliharaan dan skema pinjamannya.

"Harus teliti. Murah enggak bunganya? Syaratnya ada macam-macamnya tidak? Jaminannya apa saja? Terms dalam pinjamannya jelas tidak,” urai Rizal.

Pesan ketiga, Jepang atau Tiongkok harus menjamin jika proyek ini jatuh ke tangannya maka kandungan lokal dalam kereta cepat itu harus tinggi.

Nilai tambah untuk Indonesia harus jelas. Baru nanti kita pilih negara mana yang menawarkan local content setinggi mungkin,” tegas mantan Kepala Bulog itu.

Keempat, lanjut Rizal, soal kerjasama operasional kereta cepat yang diperkirakan akan memakan waktu 36 menit jarak Jakarta-Bandung itu. Rizal menegaskan jika proyek tersebut jadi, maka Indonesia harus secepat mungkin bisa mengoperasikannya.

"Mau itu dikelola Jepang atau Tiongkok nanti, kita mau secepat mungkin dioperasikan Indonesia. Transfer teknologi harus cepat, jadi Indonesia dan rakyat banyak dapat manfaat," tekan Rizal. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya