Berita

Bisnis

OJK Pastikan Bank Victoria Bagus dan Sehat

RABU, 26 AGUSTUS 2015 | 07:32 WIB | LAPORAN:

Otoritas Jasa Keuangan menyatakan bahwa performa Bank Victoria berada pada posisi yang bagus dan sehat saat ini. Tercatat saat ini Bank Victoria berada sebagai Bank buku II dengan modal sekitar Rp 2,4 triliun sampai Juni 2015 ini.

"Jadi Bank Victoria ini dari sisi ketahanan modal yang kita ukur dari Capital Adequacy Ratio (CAR), masih bagus, masih 19,6 persen per Juni 2015. Jadi saya kira Bank ini ketahanan modalnya cukup kuat, masih baguslah, sehatlah," kata Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK Irwan Lubis saat dihubungi di Jakarta.

Kemudian juga, lanjutnya, jika dilihat ratingnya kesehatannya, saat ini Bank Victoria berada di rating tingkat 2 yang menandakan bahwa bank yang kini mayoritas sahamnya di pegang oleh PT Victoria Investama Tbk itu berada dalam kondisi yang sehat.


"Kemudian bank ini total asetnya pun mencapai sebesar Rp 19,9 triliun," ujar dia.

Ia juga menjelaskan, pada saat ini Bank Victoria tergolong sebagai bank devisa, sehingga performanya tidak terlalu dipengaruhi sentimen positif dari fluktuasi ataupun depresiasi nilai tukar rupiah.

"Nggak ada imbaslah, karena dia tidak terkena resiko pasar. Dan yang satu yang saya lihat juga non performing loan (NPL) Bank Victoria masih di bawah lima persen. Jadi masih oke-lah, NPL-nya masih sekitar empat persenan," jelasnya.

"Jadi kalau saya lihat sih dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sekarang berada di 91 persen jadi dia masih memiliki fungsi intermediate yang bagus dan secondary reserve-nya juga cukup untuk meng-cover kewajiban likuiditas jangka pendek. Jadi Bank ini intinya dalam posisi yang bagus, sehat, no issue lah," tambah dia.

Ia menyebutkan, sekiranya total kredit Bank Victoria saat ini juga mencapai Rp 11 triliun, dana pihak ketiga sebesar Rp 14 triliun. Komposisi bank ini terbilang cukup bagus, intermediasinya berjalan dengan baik, membuktikan kepercayaan masyarakat cukup tinggi.

"Artinya ada dana Rp 14 triliun dikelola dengan baik. Menurut saya seharusnya bank ini ke depan masih dapat berkembang, karena di samping sehat, kekuatan modalnya juga cukup bagus. Dengan CAR 19,6 Persen dan modal sebesar Rp2,4 Triliun," terangnya.

Menurut Erwin, kasus yang menyangkut grup usaha lainnya yaitu PT Victoria Securities Indonesia (VSI) tidak akan mengganggu kinerja dari Bank Victoria sendiri. Pasalnya, jumlah transaksi fix income atau surat berharga yang dilakukan melalui PT VSI tidak terlalu besar lantaran Bank Victoria juga melakukan transaksi surat berharga melalui sekuritas lain.

"Dengan kisruh di Victoria Sekuritas itu, tidak ada dampaknya, Bank dengan Victoria Sekuritas paling hubungannya itu hanya dengan transasksi surat berharga atau yang biasa kita sebut dengan fix income. Tetapi dari hasil observasi kami, bank ini dia tidak hanya melalui Victoria Sekuritas melakukan transaksi surat berharganya namun juga melakukan transaksi dengan perusahaan sekuritas lainnya. Apalagi kan surat berharganya itu pada umumnya di tempatkan ke Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yah, jadi cukup aman," tutupnya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya