Berita

foto:dok

Bisnis

Perkuat Retailers, Market Share Semen Merah Putih Tumbuh 440 Persen

SENIN, 24 AGUSTUS 2015 | 20:00 WIB | LAPORAN:

PT Cemindo Gemilang, produsen Semen Merah Putih, terus meneguhkan eksistensinya di industri semen di Tanah Air. Selain mempercepat beroperasinya pabrik semen terintegrasi di Bayah, Banten yang direncanakan akan mulai produksi pada September tahun ini, juga menguatkan jaringan retailers khususnya yang ada di Jabodetabek-Banten.

Saat ini, ada sekitar 1.500 retailers yang terdiri dari toko-toko bangunan di pasar utama Semen Merah Putih yang ada di Jabodetabek-Banten.

"Para retailers ini merupakan ujung tombak bagi Semen Merah Putih untuk penetrasi pasar. Saat ini market share Semen Merah Putih sudah mencapai 3,68 persen, bertumbuh sebesar 440 persen sejak Semen Merah Putih diluncurkan tahun 2012," ujar Vince Erlington Indigo, Komisaris Utama PT Cemindo Gemilang dalam keterangan resminya di Jakarta.


Vince mengatakan, pihaknya menggelar acara jumpa bareng dengan retailers setiap tahun dengan tema berbeda. Untuk tahun ini, tema yang diusung adalah ‘Space Journey to Our Future’ setelah tahun sebelumnya, 2014, mengusung tema ‘Love is in The Air dan tahun 2013 digelar Karnaval.

"Acara ini merupakan wujud apresiasi kami kepada para retailer. Dengan tema berbeda yang diusung setiap tahun, kami ingin meneguhkan komitmen para retailer untuk mendukung pengembangan dan pemasaran Semen Merah Putih di Tanah Air," ujar Vince.

Dengan semen berkualitas premium yang memiliki tiga keunggulan utama yaitu lebih kuat, tahan lama dan mudah diaplikasikan, Vince yakin bahwa Semen Merah Putih akan semakin cepat dikenal masyarakat. Apalagi, dengan dukungan 50 ribu tukang bangunan dan akan bertambah menjadi 100 ribu di tahun depan yang telah diperkenalkan dengan produk Semen Merah Putih, membuat penguasaan pasar di industri semen akan terus meningkat.

Keyakinan Vince ini tak berlebihan, mengingat pasokan Semen Merah Putih akan bertambah seiring dengan beroperasinya pabrik semen terintegrasi di Bayah berkapasitas 4 juta ton pada September 2015. Didukung pula dengan pabrik penggilingan semen di Ciwandan berkapasitas 1,75 juta ton per tahun dan di Gresik berkapasitas 1 juta ton per tahun serta pabrik pengemasan di Pontianak berkapasitas 500 ribu ton per tahun. Total di akhir tahun 2015 ini, kapasitas produksi Semen Merah Putih mencapai 6,75 juta ton per tahun.

Vince menegaskan bahwa kualitas produk Semen Merah Putih menjadi perhatian utama bagi semua yang ada di Cemindo Gemilang.

"Kuncinya terletak di quality control yang ketat dan mumpuni. Tujuannya agar diperoleh produk semen berkualitas premium dengan harga kompetitif. Ini yang menjadi concern kami semua," ujarnya.

Besarnya pasokan semen berkualitas premium dan harga kompetitif membuat Oza Guswara selaku GM Sales and Marketing PT Cemindo Gemilang optimistis bahwa penjualan Semen Merah Putih tahun 2015 ini akan meningkat double digit dibanding tahun 2014 yang mencapai 2 juta ton dan 750 ribu ton di tahun 2013.

"Saat ini Semen Merah Putih telah dipasarkan dan distribusikan di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Dengan kuatnya jaringan retailers terutama di pasar utama Semen Merah Putih di Jabodetabek-Banten, tentu akan memperbesar penguasaan pasar di industri semen di Indonesia," ujar Oza.

Oza menuturkan bahwa banyak terobosan yang telah dilakukan untuk memperkuat jaringan distribusi dan pemasaran Semen Merah Putih. Salah satunya dengan memberi kemudahan bagi semua toko bangunan yang menjual produk Semen Merah Putih berupa diskon, ekstra zak semen, cash back, promosi ATL dan BTL hingga wisata ke luar negeri dengan tujuan negara berbeda setiap tahunnya.

Wujud apresiasi ini memang telah dirasakan oleh sejumlah retailer yang tersebar di Jabodetabek-Banten. Sebut saja Susanto, pemilik toko bangunan ‘Medang Jaya’ di Serpong, Banten. Berjualan sejak tahun 2012, Susanto merasakan program Semen Merah Putih yang berbeda dibandingkan promo perusahaan semen lainnya.

"Konsumen saat ini lebih memilih semen Merah Putih karena mereka telah mengenal kualitasnya dan harganya tak jauh berbeda. Alasan ini pula yang menyebabkan jumlah pembeli terus meningkat setiap tahunnya," ujar Susanto yang tahun ini menikmati wisata ke Tokyo setelah tahun sebelumnya ke Shanghai dan Korea.

Hal senada juga dikemukakan Murti, pemilik toko bangunan Terus Jaya di Malimping, Banten. Dengan rata-rata menjual 1000 ton setiap bulan, dia juga bisa menikmati jalan-jalan ke Korea dan Shanghai.

"Tahun ini saya belum memutuskan pergi ke Tokyo, atau Bangkok," ujarnya sambil tertawa.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya