Berita

Bisnis

Pemerintah Takut Wajib Pajak Kaya

SELASA, 18 AGUSTUS 2015 | 20:02 WIB | LAPORAN:

. Penerimaan pajak yang hanya ditargetkan sebesar Rp 1.565 triliun di tahun 2016 menunjukkan belum ada upaya luar biasa dari pemerintah dalam upaya penerimaan pendapatan negara.

"Nah kalau ada upaya yang luar biasa, artinya penanganan wajib pajak secara signifikan, naik ke 1.650 juga bisa," kata Maftuchan dalam diskusi 'Nawacita Setengah Tiang" di Kopi Deli, Menteng, Jakarta, Selasa (18/8).

Menurutnya pemerintah harus kembali melakukan sensus pajak untuk mendata wajib pajak, sehingga konglomerat membayar penuh pajaknya.  


"Ya ekstensifikasi dan intensifikasi, buka sensus pajak lagi. Sensus pajak pernah dilakukan, baru 3 bulan berhenti. Kenapa demikian, pemerintah ga berani terhadap wajib pajak yang kaya-kaya itu," ungkapnya.

Anggaran belanja negara dalam RAPBN tahun 2016 dialokasikan pemerintah sebesar Rp 2.121,3 triliun. Anggaran ini terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 1.339,1 triliun, yang mencakup belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp 780,4 triliun dan belanja Non-Kementerian/Lembaga sebesar Rp 558,7 triliun, serta alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp 782,2 triliun.

Sedangkan anggran pendapatan Negara pada RAPBN 2016 ditargetkan sebesar Rp. 1.848,1 Triliun Rupiah, jumlah ini hanya naik Rp. 86,5 Triliun dari APBN P 2015 sebesar Rp 1.761,8 Triliun. Dari jumlah tersebut, penerimaan perpajakan hanya ditargetkan mencapai sebesar Rp1.565 Triliun atau sebesar 84,7 persen. Artinya hanya naik Rp. 76 Triliun dari APBNP 2015 sebesar Rp. 1.489,2 triliun.

Sedangkan PNBP dalam RAPBN 2016 sebesar Rp. 280 Triliun, atau sebesar 15,2 persen, hanya naik Rp. 11 triliun dibandingkan APBNP 2015 sebesar Rp. 269 Triliun. Sedangkan penerimaan hibah sebesar Rp. 2 triliun atau sebesar 0,1 persen. [sam]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya