Berita

Politik

Jokowi Batal Teken Prasasti Penataan Parlemen

JUMAT, 14 AGUSTUS 2015 | 18:06 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

‎ Selain menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR dan pidato Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2016 beserta Nota Keuangan, Presiden Joko Widodo seharusnya melakukan prosesi pembubuhan tanda tangan prasasti Pencanangan Penataan Kawasan Parlemen yang berada di depan Museum DPR.

‎Namun sayang, prasasti yang sudah dibubuhi nama Jokowi dan Ketua DPR RI Setya Novanto dan bertanggal 14 Agustus 2015 itu batal ditandatangani Jokowi. Padahal Jokowi yang ditemani Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko PMK Puan Maharani sempat meninjau museum baru DPR RI di lantai 2 gedung kura-kura.

‎Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan bahwa prasasti tersebut memang tidak wajib ditandatangani oleh Jokowi. Sekalipun, lanjut Fadli, nama Jokowi telah diukir di batu berbentuk segi panjang itu.


‎"Ya memang ada dua opsi, tanda tangan atau tidak," kata Fadli di saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 14/8).

‎Meski begitu, Ketua DPR RI Setya Novanto menyampaikan bahwa dirinya menaruh harapan agar Jokowi bisa menandatangani prasasti pencanangan pembangunan tujuh proyek pembangunan DPR itu. Hal tersebut sebagaimana isi pidatonya pada pembukaan masa sidang I tahun sidang 2015 hingga 2016.

‎"Kami  mengharapkan presiden berkenan untuk membubuhkan tanda tangan pada prasasti sebagai tanda dimulainya pembangunan Kompleks Parlemen Republik Indonesia," ujarnya. [sam]‎

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya