Berita

Hukum

KORUPSI BANSOS SUMUT

Gatot Maunya Diperiksa Kejagung Setelah HUT RI

KAMIS, 13 AGUSTUS 2015 | 14:36 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

. Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho batal diperiksa Kejaksaan Agung. Rencananya dia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) tahun 2012-2013.

Satuan Petugas Khusus (Satgasus) Bansos Kejagung, Victor Antonius mengatakan, batalnya pemeriksaan Gatot sebagai saksi dalam kasus bansos karena saksi beralasan belum siap. Sehingga, pemeriksaan terhadap Gatot akan dijadwalkan ulang.

"Saksinya belum siap, kita panggil ulang lagi," ujar Victor di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (13/8).


Kuasa hukum Gatot, Razman Nasution mengatakan kliennya itu baru bersedia diperiksa Korps Adhyaksa pada Selasa, (18/8) mendatang.

"Klien kami bersedia diperiksa hari Selasa 18 Agustus pukul 10. 00 WIB. Kami hargai panggilan dari Kejakgung," terang Razman.

Selain itu Razman menambahkan, surat permintaan penjadwalan ulang pemeriksaan Gatot telah dikirimkan ke Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus).

Namun, Razman masih bersikeras meminta agar kasus bansos ini ditangani atau diambil alih oleh KPK lantaran berkaitan dengan perkara dugaan suap hakim PTUN Medan yang juga membelit Gatot.

Seperti diketahui, Kejakgung saat ini mengusut dugaan korupsi penggunaan dana bansos dan BDB Pemprov Sumut tahun anggaran 2012-2013. Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi beberapa waktu lalu juga telah diperiksa oleh Kejakgung.

Kasus dugaan korupsi dana bansos tetkait dengan kasus dugaan suap kepada hakim dan panitera PTUN Medan yang sedang ditangani KPK. Awalnya, Pemprov Sumut menggugat Kejati Sumut ke PTUN Medan atas penerbitan surat perintah penyelidikan (sprinlidik).

KPK kemudian melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Ketua PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro, hakim PTUN Medan Amir Fauzi dan Dermawan Ginting, Panitera Sekretaris PTUN Medan, Syamsir Yusfan, dan pengacara M. Yagari Bhastara.

Kelimanya ditetapkan sebagai tersangka. KPK kemudian mengembangkan kasus tersebut. Sehingga, menetapkan pengacara senior Otto Cornelis Kaligis sebagai tersangka. Tak lama kemudian, lembaga antirasuah menetapkan Gatot Pujo Nugroho dan istri keduanya, Evi Susanti sebagai tersangka. [sam]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Pasar Jaya Minta Maaf soal Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Minggu, 29 Maret 2026 | 00:01

BRIN Gandeng UAG University Kolaborasi Perkuat Talenta Peneliti Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:40

Masyarakat Apresiasi Bazar dan Hiburan Rakyat di Monas

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:30

Menata Ulang Skema Konsesi Bandara

Sabtu, 28 Maret 2026 | 23:00

Tak Bisa Asal Gugat, Sengketa Partai Harus Selesai di Internal Dulu

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:41

Peradilan Militer Punya Legitimasi dan Tak Bisa Dipisahkan dari Sistem

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:21

Pasar Murah di Monas, Pemerintah Salurkan Ratusan Ribu Paket Sembako

Sabtu, 28 Maret 2026 | 22:05

Juara Hafalan Al-Quran di Lybia, Pratu Nawawi Terima Kenaikan Pangkat

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:41

Rudal Israel Hantam Mobil Pers, Fatima Ftouni Jurnalis Al Mayadeen Gugur

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:37

DPR Optimistis Diplomasi Pemerintah Amankan Kapal Pertamina di Selat Hormuz

Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:17

Selengkapnya