Berita

Politik

Kiai Bunyamin Ruhiat: Muktamar NU di Jombang Tidak Sah!

Mendukung Langkah PWNU dan PCNU Menggugat ke Pengadilan
SELASA, 11 AGUSTUS 2015 | 18:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengasuh Pondok Pesantren Cipasung Jawa Barat KH Ahmad Bunyamin Ruhiat menilai pelaksanaan Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang Jawa Timur tidak sah karena melalui proses yang tak sah.

"Dari Tatib-nya saja sudah tak benar. Jadi karena prosesnya tak benar, maka hasilnya tak sah," kata dia kepada wartawan, Selasa (11/8).

Dikatakan adik kandung KH Ilyas Ruhiat, Rais Am Syuriah PBNU periode 1992-1999 atau era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Ketua Umum PBNU itu, Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang itu adalah Muktamar NU terburuk sepanjang Muktamar NU yang pernah dia ikuti.


"Kalau di Muktamar NU di Cipasung, karena ada intervensi pemerintah. Tapi ini kan sesama NU kok memperlakukan seperti itu.  Dari Muktamar Donohudan, Muktamar Makassar, maka Muktamar NU di alun-alun itu adalah yang terburuk," kata A’wan PBNU yang kini sudah demisioner ini.

Ia juga tak habis pikir terhadap proses pemaksaan sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) sebagai pemilihan Rais Am Syuriah PBNU.

"Sejak awal sudah ada indikasi pemaksaan. Mulai dari registrasi sampai proses pemilihan Rais Am dalam Muktamar. Misalnya, ada forum syuriah, padahal sudah ada komisi organisasi. Tapi komisi organisasi yang memutuskan pelaksanaan Ahwa ditunda pada Muktamar akan datang tak dihiraukan. Yang dipakai forum syuriah," kata Kiai Ahmad Bunyamin rinci.

Rais Syuriah PCNU Tasikmalaya ini menilai ada kekuatan politik yang ikut bermain dalam Muktamar NU yang diwarnai kericuhan itu. Ia juga menyebut KH Ma’ruf Amin  adalah seorang politisi.

"Dulu PKB lalu pindah ke PKNU," katanya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya