Berita

jaya suprana/net

Jaya Suprana Nyesal Tidak Sekolah di SMAN 1 Medan

MINGGU, 09 AGUSTUS 2015 | 09:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jaya Suprana tak mau gegabah menetapkan Reuni Akbar Sedunia Alumni SMAN 1 Medan sebagai reuni terbesar di Indonesia yang paling banyak dihadiri angkatan alumni.

Maka pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) itu meminta agar lampu di dalam aula dinyalakan sehingga dari atas panggung dia dapat menyaksikan seberapa banyak alumni yang berkumpul.

Begitu melihat HS Dillon juga ada di antara peserta, Jaya Suprana meminta agar pakar pangan dan pertanian itu naik ke atas panggung menemani dirinya dan Ketua Pantia Brigjen Hendrayus.


Selain Dillon tokoh nasional lain yang juga hadir adalah Pangkostrad Mayjen Edi Rahmayadi dan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul.

Reuni SMAN 1 Medan tahun ini digelar di Ecopark, Ancol, Sabtu malam (8/8), dihadiri 64 angatan dari angkatan 1952 hingga 2015. Diperkirakan lebih dari 4.000 alumni SMAN1 memenuhi Convention Hall Ecopark. Beberapa guru dan mantan guru SMAN 1 Medan pun terlihat hadir.

Untuk menguji apakah reuni akbar itu pantas disebut sebagai reuni akbar sedunia Jaya Suprana meminta agar alumni SMAN 1 Medan yang datang dari berbagai belahan dunia untuk berdiri.

Reuni digelar sejak pagi hari dengan berbagai kegiatan seperti menanam pohon di area Ecopark, aneka perlombaan, dan pangung hiburan. Beberapa waktu sebelumnya, panitia juga menyelenggarakan donor darah massal dan memberikan santunan kepada panti asuhan.

"Saya menyesal karena dulu tidak sekolah di SMAN 1 Medan. Kalau saya sekolah di SMAN 1 Medan, saya pasti akan jadi orang hebat seperti teman saya Pak Dillon dan Anda semua," ujar Jaya Suprana berkelakar.

Sebelum meninggalkan panggung, Jaya Suprana mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.

"Saya sudah mendengar lagu ini ribuan kali. Tapi inilah paduan suara terbaik Indonesia Pusaka. Anda menyanyikannya dari lubuh hati paling dalam. Memperlihatkan Anda semua cinta Indonesia," ujarnya disambut tepuk tangan peserta reuni. [dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya